Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 30
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Senin, 30 Oktober 2017
   
 

OLEH ROH KUDUS, KAMU TELAH BERBALIK
DARI BERHALA-BERHALA DAN BERPALING HANYA PADA KRISTUS, SANG PENYELAMAT

 
 
 
Rm 8:12-17 | Mzm 68:2.4.6-7ab.20-21 | Luk 13:10-17

Kalian telah menerima Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, ‘Abba, ya Bapa’ (Rm 8:12-17)

Saudara- saudara, kita ini orang berutang, tetapi bukan kepada daging supaya hidup menurut daging. Sebab jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati. Tetapi jika Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kalian akan hidup. Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah. Sebab kalian menerima bukan roh perbudakan yang membuat kalian menjadi takut lagi, melainkan Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, ‘Abba, ya Bapa.’ Roh itu memberi kesaksian bersama-sama roh kita bahwa kita ini anak Allah. Dan kalau kita ini anak, berarti juga ahli waris, yakni ahli waris Allah, sama seperti Kristus. Artinya jika kita menderita bersama dengan Dia, kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia.

SEORANG ibu aktivis di paroki pernah menegurku, ketika gadis- gadis, anggota OMK (Orang Muda Katolik), tidak segan-segan memeluk diriku di hadapan banyak orang, sebagai tanda sukacita karena bertemu lagi denganku, sesudah sekian lama berpisah. "Mereka tetap perempuan", kata ibu itu, "tidak baik bagi citra seorang pastor Katolik." Pada satu sisi, ibu itu memberi awasan yang benar. Saya perlu berhati-hati. Tetapi saya percaya, para gadis ini tidak bermaksud buruk. Mereka bersikap demikian karena merasa aman, bahwa saya adalah bapa bagi mereka, bahwa saya mengasihi mereka dengan hati yang suci.

MENEMUKAN rasa aman di dalam Tuhan merupakan kerinduan St. Paulus, yang justru diwujudkan secara nyata oleh umat di Roma. "Kalian menerima bukan roh perbudakan yang membuat kalian menjadi takut lagi, melainkan Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: Abba, ya Bapa" (Rm 8:15). Oleh pelayanan Yesus, manusia mengalami kehadiran Tuhan secara intim menurut ukuran manusia, sehingga jarak antara Tuhan dan manusia dihapus. Kepala rumah ibadat menyalahkan orang-orang yang mencari kesembuhan, karena itu Hari Sabat. Yesus sendiri mengabaikan ketentuan Sabat itu agar memberi kepada orang- orang malang pengalaman akan kasih Tuhan. Dengan sikap itu, Yesus menghapus ketakutan manusia pada Tuhan, diganti dengan kenyamanan dan kegembiraan, karena Tuhan betul hadir dan membagikan cinta-Nya. Pengalaman rohani inilah yang membuat Gereja awal berani berhadapan dengan kekuatan sosial politik, karena bagi mereka penganiayaan, bahkan kematian, tidak menghalangi mereka bertemu Tuhan.

ALLAH kita adalah Allah yang menyelamatkan (Mzm 68:21). Tak perlu cemas dan gelisah berhadapan dengan-Nya, karena belas kasih Tuhan jauh lebih besar daripada daya tangkap manusia. Tak ada alasan untuk menjauh dari-Nya, karena tamparan Tuhan itu dimaksudkan untuk menyadarkan kita dari kedosaan. Ketika dosa menuntun ke pertobatan, kita menjadi manusia baru, siap bersaksi tentang keselamatan yang datang melalui Yesus Kristus. Kita perlu menghindar dari kemunafikan. Kita membina kejujuran dan kesederhanaan dalam penghayatan iman. Dengan itu kita justru membebaskan diri dari ikatan dengan dunia, dan dihantar Tuhan ke dalam kemah abadi. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah hidup kami sarana perwujudan cinta-Mu, agar umat-Mu semakin mengenal dan mencintai Engkau. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 68:2 . 4-7ab.20-21; R: 21a)

Ref: Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan.

  1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
  2. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan sehingga mereka bahagia.
  3. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan ; Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Bukankah wanita keturunan Abraham ini harus dilepaskan dari ikatannya sekalipun pada hari Sabat? (Luk 13:10-17)

Pada suatu hari Sabat, Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh. Ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu, dipanggil-Nyalah dia. Lalu Yesus berkata, “Hai Ibu, penyakitmu telah sembuh.” Kemudian wanita itu ditumpangi-Nya tangan, dan seketika itu juga ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat itu gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Lalu ia berkata kepada orang banyak, “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya, “Hai orang-orang munafik, bukankah kalian semua melepaskan lembu dan keledaimu pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum? Nah, wanita ini sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis. Bukankah dia harus dilepaskan dari ikatannya itu karena ia keturunan Abraham?” Waktu Yesus berbicara demikian, semua lawan-Nya merasa malu, sedangkan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah di lakukan-Nya.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge