Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 29
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Jumat, 27 Oktober 2017
   
 

KAMI MEMBERITAKAN INJIL TIDAK HANYA DENGAN KATA-KATA TETAPI JUGA DENGAN KEKUATAN DALAM ROH KUDUS

 
 
 
Rm 7:18-25a | Mzm 119:66.68.76-77.93-94 | Luk 12:54-59

Siapakah yang akan melepaskan daku dari tubuh maut ini? (Rm 7:18-25a)

Saudara-saudara, aku tahu, tiada sesuatu yang baik dalam diriku sebagai manusia. Sebab kehendak memang ada dalam diriku, tetapi berbuat baik tidak ada; sebab bukan yang baik seperti yang kukehendaki yang kuperbuat, melainkan yang jahat yang tidak kukehendaki. Jadi jika aku berbuat yang tidak kukehendaki, maka bukan aku lagi yang memperbuatnya melainkan dosa yang diam dalam diriku. Jadi dalam diriku kudapati hukum berikut: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, malah yang jahatlah yang ada padaku. Sebab dalam batinku aku memang suka akan hukum Allah, tetapi dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada dalam anggota-anggota tubuhku. Aku ini manusia celaka. Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Dialah Yesus Kristus, Tuhan kita!

PEMBIMBING rohaniku tidak selamanya berbicara halus ketika menolongku menganalisis masalah hidup. Kadang-kadang kasar juga bicaranya, pedih dan menyakitkan. Tetapi sesudah semua masalah bisa diatasi, saya menyadari sepenuhnya makna ucapan kasar itu. Itulah pintu menuju pembebasan. Tanpa kejutan seperti itu, saya mungkin tidak menyadari pentingnya memperbaiki diri. Sakit, pedih, tetapi berbuah manis.

PENGANIAYA umat Kristiani itu akhirnya bertobat, lalu berbalik menjadi pewarta Injil. Itulah Paulus. Sebagai penganut fanatik Hukum Taurat, ia menganiaya pengikut Kristus. Ia terjebak dalam dosa. Karena belas kasih Kristus, ia pun dibebaskan. Menanggapi belas kasih itu, ia menjadi pewarta cinta Tuhan, menyeberangi aneka batasan sosial budaya untuk membawa Kabar Sukacita. Namun tak semua orang seperti Paulus. Ada banyak orang, yang walaupun melihat dan memahami tanda-tanda, tetap berpegang teguh pada jalannya yang salah. Itulah yang dikecam Yesus. Jiwa yang dengan sadar menolak masuk ke jalan keselamatan, jiwa itu sungguh-sungguh tidak selamat.

PENYELAMAT kita, Yesus Kristus, telah mengorbankan nyawa- Nya sendiri untuk keselamatan kita. Ia bukan orang berdosa tapi mau mengambil tempat orang berdosa, agar orang berdosa itu diselamatkan. Namun ketegaran hati kita masih sering memaksa kita untuk tidak menghargai Tuhan. Kita tidak mengasah nurani kita, sehingga tak mampu membaca kehendak Tuhan. Kita lalai melakukan kebaikan, sehingga tidak mewujudkan cinta Tuhan. Mari belajar dari Paulus untuk membaharui diri. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami berjuang terus menerus menjadi orang suci dan rela menuntun sesama kami kepada-Mu. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 119:66.68.76-77.93-94; R: 68b)

Ref: Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya pada perintah-perintah-Mu.
  2. Engkau baik dan murah hati: ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
  3. Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
  4. Biarlah rahmat-Mu turun kepadaku sehingga aku hidup, sebab Taurat-Mulah kegemaranku.
  5. Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.
  6. Aku ini kepunyaan-Mu, selamatkanlah aku, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

Kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? (Luk 12:54-59)

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada orang banyak, “Apabila kalian melihat awan naik di sebelah B arat, segera kalian berkata : Akan datang hujan. Dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kalian melihat angin S elatan bertiup, kalian berkata : Hari akan panas terik. Dan hal itu akan terjadi. Hai orang-orang munafik, kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Jika engkau dengan lawanmu pergi menghadap penguasa, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan. Jangan sampai ia menyeret engkau kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu : Engkau takkan keluar dari sana, sebelum melunasi hutangmu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge