Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 26
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Rabu, 4 Oktober 2017
  St. Fransiskus dari Asisi, biarawan
 

DALAM NAMA YESUS, BERTEKUKLAH
SEGALA BANGSA DAN MENGAKUI, BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

 
 
 
Neh 2:1-8 | Mzm 137:1-6 | Luk 9:57-62

Jika Raja menganggap baik, utuslah hamba ke kota makam leluhur hamba untuk membangunnya kembali (Neh 2:1-8)

Pada bulan Nisan, pada tahun kedua puluh pemerintahan Raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menghidangkannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, bertanyalah raja kepadaku, “Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati.” Aku lalu menjadi sangat takut. Jawabku kepada raja, “Hiduplah Raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota tempat makam leluhurku telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?” Kata raja kepadaku, “Jadi, apa yang kauinginkan?” Aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian menjawab kepada raja, “Jika Raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah hambamu ini ke Yehuda, ke kota makam leluhur hamba, supaya hamba ini membangunnya kembali.” Maka bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya, “Berapa lama engkau akan pergi, dan bilamana engkau akan kembali?” Dan Raja berkenan mengutus aku sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya. Maka berkatalah aku kepada raja, “Jika Raja menganggap baik, berilah aku surat bagi bupati-bupati di daerah seberang Sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lewat sampai aku tiba di Yehuda. Juga sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberi aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami.” Dan Raja mengabulkan permohonanku, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.

FRANSISKUS ASISI hidup sebagai anak seorang kaya ketika ia masih muda. Ia menikmati segala sesuatu yang dapat diperoleh di saat itu. Karena dimanjakan ayahnya, ia bertumbuh menjadi pemuda yang suka berfoya-foya. Namun, Tuhan memanggilnya dengan cara yang tak biasa. Ia jatuh sakit. Sejak itu ia berubah menjadi pencinta kemiskinan. Berkat panggilan itu, ia menampilkan pola penghayatan nilai-nilai Injil secara baru dan radikal, yang memberi inspirasi bagi banyak pria dan wanita Kristiani untuk menerapkan prinsip Injil di dalam hidupnya.

PANGGILAN dan perutusan Tuhan tidak dapat ditolak oleh kita umat-Nya. Ia menggerakkan hati Raja Artahsasta yang kemudian mengijinkan Nehemia berangkat ke Yehuda dan mendirikan Bait Allah yang telah runtuh. Seorang raja asing, yang bahkan tidak percaya kepada Yahweh, dipergunakan Yahweh untuk umat-Nya. Maka, ketika Tuhan memanggil dan mengutus seseorang, Ia tak menunda-nunda, apapun alasannya. Yesus menekankan hal itu. Setiap orang yang menunda-nunda keputusan mengikuti Tuhan, tidak layak untuk Kerajaan Allah. Menunda-nunda itu hanyalah sebuah bentuk lain daripada upaya mengalihkan tanggung jawab panggilan. Jika itu yang terjadi, ia memang tak layak bagi Tuhan dan Kerajaan-Nya.

SEPERTI banyak orang, kita pun menolak panggilan Tuhan. Kita hanya mengatakan "ya" ketika sudah tak mampu lagi menghindar. Namun seperti Fransiskus, kita pun harus menggunakan pertobatan dan pembaharuan diri sebagai jalan untuk meraih keselamatan. Panggilan Tuhan datang dengan berbagai cara, kita wajib mengasah hati nurani agar sanggup membaca panggilan itu. Sekali kehendak Tuhan kita terima, kita wajib melaksanakannya dengan sepenuh hati. Kiranya dengan itu Tuhan menghantar kita ke dalam Kerajaan-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tak menunda-nuda
keputusan menjawabi panggilan dan perutusan-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 137:1-6; R: 6a)

Ref: Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, bila aku tidak mengingat engkau.

  1. Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita menangis apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggangkan kecapi kita.
  2. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita, “Nyanyikan lah bagi kami nyanyian dari Sion!”
  3. Bagaimana mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
  4. Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

Aku akan mengikuti Engkau kemana pun Engkau pergi (Luk 9:57-62)

Sekali peristiwa, ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau, ke mana pun Engkau pergi.” Yesus menjawab, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutilah Aku.” Berkatalah orang itu, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati, tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaaan Allah.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge