Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 29
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Senin, 23 Oktober 2017
   
 

KAMI MEMBERITAKAN INJIL TIDAK HANYA DENGAN KATA-KATA TETAPI JUGA DENGAN KEKUATAN DALAM ROH KUDUS

 
 
 
Rm 4:20-25 | Luk 1:69-75 | Luk 12:13-21

Kita pun dibenarkan karena mengimani Allah (Rm 4:20-25)

Saudara-saudara, terhadap janji Allah Abraham tidak bimbang karena kurang percaya, tetapi sebaliknya ia malahan diperkuat dalam imannya dan memuliakan Allah. Ia yakin penuh bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah dijanjikan-Nya. Maka hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata “hal ini diperhitungkan kepadanya” tidak ditulis untuk Abraham saja tetapi untuk kita juga, sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan demi pembenaran kita.

PENDEKATAN yang baik seringkali membantu mengurai problema pelik. Ada orang yang sangat keras kepala, tetapi ketika didekati dengan penuh penghargaan, ia tersentuh kemanusiaannya, lalu mengubah sikap. Prinsip dan peraturan yang menjaga kebenaran harus dipelihara, tetapi pendekatan kemanusiaan bisa membentuk sudut orang memandang masalah, sehingga berpengaruh pada cara penerapannya. Ketika seseorang merasa dihargai, ia akan berusaha membantu semaksimal yang ia bisa.

ORANG yang datang kepada Yesus tidak berkonsultasi dengan Yesus, tetapi menggunakan Yesus untuk mencapai rencananya. Sikap itu mencerminkan kualitas pribadinya. Ia tidak memaparkan alasan saudaranya tidak berbagai warisan dengan dirinya. Lagi pula, memusatkan perhatian hanya pada warisan membuat orang ini berkarakter materialis. Orang yang materialis tidak dihargai oleh Yesus. Materi itu bisa membantu membahagiakan manusia tetapi tidak menentukan keselamatan. Memenuhi hati dan budi dengan materi hanya akan membuat orang makin egois dan tidak memperhatikan keselamatan jiwanya. Inilah yang dikoreksi oleh Yesus. Bagi orang beriman, hidup itu bukan sekedar kebutuhan ragawi semata-mata, tetapi juga berkaitan dengan kepenuhan hakekat diri. Pemenuhan hakekat itu dapat diraih jika kita memiliki iman yang hidup dan berdaya guna.

ABRAHAM dibenarkan Tuhan karena imannya yang tak pernah luntur, walaupun ia harus bertarung dengan akal sehatnya sendiri dan situasi serta kondisi di seputar dirinya. Ia orang kaya, karena itu ia dapat melakukan banyak hal dengan kekayaan tersebut. Tetapi ia memilih untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Orang yang datang kepada Yesus dikritik karena memusatkan perhatian hanya pada harta warisan. Sifat materialis membahayakan iman. Berhadapan dengan keadaan ini, kita mesti memilih, ke mana kita akan melangkah. Berceminlah pada hati nurani. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga semua pencapaian ragawi tidak membuat kami melupakan keselamatan jiwa kami. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Luk 1:69-75; R: 68)

Ref: Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.

  1. Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, Putera Daud, hamba-Nya. Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
  2. Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
  3. Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh, agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut, dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Bagi siapakah nanti harta yang telah kau sediakan itu? (Luk 12:13-21)

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.”
Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku.’ Lalu katanya, ‘Inilah yang kuperbuat. Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kau sediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya dihadapan Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge