Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 26
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Jumat, 6 Oktober 2017
   
 

DALAM NAMA YESUS, BERTEKUKLAH
SEGALA BANGSA DAN MENGAKUI, BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

 
 
 
Bar 1:15-22 | Mzm 79:1-5.8-9 | Luk 10:13-16

Kami telah berdosa terhadap Tuhan dan tidak taat (Bar 1:15-22)

Katakanlah begini: pada hari ini menjadi nyata keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan kejahatan pada kami, sebagaimana halnya sekarang ini, yaitu pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami. Memang kami telah berdosa terhadap Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruhnya di hadapan kami. Sementara Tuhan membawa nenek moyang kami ke luar dari negeri Mesir, sampai dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya, Tuhan telah kami alpakan karena kami tidak mendengarkan suara-Nya. Dari sebab itu melekatlah ada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya ke luar dari negeri Mesir untuk dianugerahi suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya sekarang ini. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan sabda para nabi yang telah diutus Tuhan kepada kami. Bahkan kami telah berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.

SEORANG guru di masa SMA puluhan tahun lalu, kalau memarahi kami para murid, tidak tanggung-tanggung. Pada waktu itu saya, juga banyak teman, tidak suka dengan kecaman-kecaman yang pedas dan membuat merah kuping. Namun sekarang saya melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Kecaman-kecaman yang menyakitkan itu memacu kami untuk belajar lebih keras. Sekarang saya menikmati buah-buahnya, ketika saya bisa berbahasa asing; ketika saya bisa tampil di depan umum dengan penuh percaya diri; ketika saya bisa berpikir kritis, dan sebagainya. Kecaman itu menyakitkan, dan bukan cara pendidikan modern yang baik, tapi pada masanya sangat tepat untuk menggugah kesadaran kami akan pentingnya membina diri dengan serius.

KECAMAN dari Tuhan melalui utusan-Nya menjadi makanan rohani bagi orang-orang Israel. Mereka masih tetap terpengaruh oleh banyak nilai lain yang beredar dalam bangsa-bangsa di sekitar mereka. Rasa tertarik itu membuahkan dosa, karena mereka lalu berpaling dari Tuhan. Pengalaman keruntuhan Kerajaan Israel, dilanjutkan dengan pembuangan Yehuda ke Babel, ternyata tidak menjadi pelajaran iman yang berharga. Mereka tetap mengingkari Tuhan yang jelas-jelas berkarya di depan mata mereka. Kecaman Yesus terhadap kota-kota basis pelayanan-Nya menjadi contoh. Penduduk Khorazim, Betsaida dan Kapernaum banyak mendengar pengajaran Yesus dan menyaksikan mujizat-mujizat-Nya. Tapi iman mereka tak pernah beralih ke jalan keselamatan. Mengapa? Karena mereka ingin menikmati semua kemudahan yang dibuat oleh Yesus, seperti orang sakit disembuhkan dan orang kerasukan dibebaskan, tetapi mereka juga tidak mau meninggalkan hidup dalam kemapanan struktur yang mengikat, walaupun dengan itu mereka banyak melakukan kesalahan.

SESUNGGUHNYA kecaman itu menyakitkan, dan tidak ada orang yang menikmati mengecam orang lain. Kecaman menyakiti tak hanya orang yang dituju tetapi juga yang melakukannya, apa lagi kalau yang terpaksa melakukan. Kita memandangnya sebagai bagian dari jalan salib yang memurnikan iman. Selama dalam batas wajar dan beralasan yang benar, setiap kecaman karena kelalaian kita memenuhi kewajiban iman, kita lihat seperti cambukan dosa; setiap kepedihan yang kita tanggung kita satukan dengan tetes-tetes darah Yesus. Ia yang Mahakuasa dikecam, dihina, dianiaya hingga dibunuh karena dosa kita. Marilah kita menerima kecaman Tuhan, apapun bentuknya, dengan sukacita, karena di balik itu ada kasih yang menyelamatkan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kecamlah diri kami dengan cara-Mu sendiri, ketika kami lalai memenuhi kewajiban-kewajiban iman kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 79:1-5.8-9; R: 9ac)

Ref: Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskanlah kami.

  1. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke tanah milik-Mu, menajiskan Bait Kudus-Mu dan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu kepada burung-burung di udara untuk dimakan; daging orang-orang yang Kaukasihi mereka berikan kepada binatang-binatang liar di bumi.
  2. Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Kami menjadi celaan tetangga, olok-olok dan cemoohan orang sekitar. Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau murka terus-menerus? Berapa lama lagi cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
  3. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
  4. Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah, Penyelamat! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku (Luk 10:13-16)

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge