Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 27
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Minggu, 8 Oktober 2017
   
 

DAMAI SEJAHTERA ALLAH YANG
MELAMPAUI AKAL AKAN MEMELIHARA HATI DAN PIKIRANMU DALAM YESUS KRISTUS

 
 
 
Yes 5:1-7 | Mzm 80:9.12-16.19-20; R. Yes 5:7a | Flp 4:6-9 | Mat 21:33-43

Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel (Yes 5:1-7)

Aku hendak menyanyikan lagu tentang kekasihku, lagu kekasihKu tentang kebun anggurnya: KekasihKu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lubang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem dan orang Yehuda, adililah Aku dan kebun anggurKu itu. Apakah yang masih harus Kuperbuat untuk kebun anggurKu itu yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya ia menghasilkan buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggurKu itu: Aku akan menebang pagar durinya sehingga kebun itu dimakan habis. Aku hendak melanda temboknya sehingga kebun itu diinjak-injak. Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuhlah puteri malu dan rumput. Aku akan memerintahkan awan-awan supaya jangan menurunkan hujan ke atasnya. Kebun anggur Tuhan semesta alam itu ialah kaum Israel dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaranNya; dinantikanNya keadilan tetapi hanya ada kelaliman, dinantikanNya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

PIALA EROPA 1988. Koln, Jerman, 12 Juni 1988. Berhadapan dua tim besar, yakni USSR ( Uni Soviet) dan Belanda. Andri van Tigelen, Jan Wouters dan Frank Rijkard mengenang kembali pertandingan itu (Youtube:06:35-08:20). Mereka bermain sangat baik dan menguasai lapangan, tetapi tak pernah menghasilkan goal. Rusia yang tertekan justru dapat mengalahkan mereka melalui serangan balik yang berbuah goal. Bermain sangat baik tetapi tidak memberi hasil yang baik. Ada apa yang salah? Ternyata yang mereka ambil sebagai pelajaran adalah semangat yang tinggi, tidak menyerah pada nasib, karena mereka tahu mereka dapat melakukan yang terbaik untuk meraih hasil maksimal. Di akhir turnamen terbukti, mereka kembali berhadapan dengan Uni Soviet dan mengalahkannya 2:0.

KEBUN ANGGUR TUHAN. Demikian julukan yang diberikan kepada orang-orang Israel. Dari pohon anggur orang tidak berharap ada buah yang asam karena merusak kualitas anggur. Pohon anggur dirawat, hama dibasmi, dijaga dari hewan liar, dan sebagainya. Namun jika dari kebun anggur yang terawat baik ternyata dipanen buah yang tidak baik, yang terjadi ialah tanaman itu dihabisi dan diganti dengan tanaman lain. Itulah pengalaman kaum turunan Yakub. Menyadari kualitas keimanan orang-orang Yahudi ini, Yesus berusaha memberikan perspektip Kerajaan Allah tentang menjadi bangsa pilihan Tuhan. Perumpamaan itu adalah tentang Kebun Anggur. Orang-orang Israel diberi kepercayaan pertama untuk mengelola Kebun Anggur, yakni Kerajaan Allah di dunia. Namun kepercayaan itu disia-siakan. Mereka bersikap tidak benar di hadapan Tuhan. Mereka menolak dan menganiaya, bahkan membunuh nabi-nabi. Yesus sendiri pun akhirnya mereka bunuh. Maka Israel kehilangan status istimewanya, digantikan oleh Israel baru, yakni himpunan umat Kristus.

BELAJAR DARI PENGALAMAN. Pesan dasariah ini yang kita ambil dari refleksi hari ini. Jika kita melakukannya, kita memiliki peluang memperbaiki diri dan mengembalikan kepercayaan Tuhan kepada kita. Kepada umat di Filipi, Paulus mengingatkan, bahwa jika mereka melakukan yang benar, Tuhan akan menyertai mereka. Penyertaan Tuhan inilah yang kita butuhkan di dalam hidup selaku orang beriman. Kita tidak sempurna. Kita juga sering berdosa dan melakukan kesalahan. Namun Tuhan membuka pintu rekonsiliasi melalui pertobatan. Ketika kita bertobat, Tuhan menganugerahkan pengampunan. Kita kembali dimurnikan dan diterima Tuhan dalam Kerajaan-Nya. Jika pohon anggur yang berbuah masam dibasmi, kita adalah ranting-ranting yang dipulihkan berkat belas kasih Tuhan. Janganlah mengabaikannya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami kebun anggur yang subur dan memberi hasil buah-buah pilihan yang layak bagi-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 80:9.12-16.19-20; R: Yes 5:7a)

Ref: Ya Tuhan, lindungi kami di dalam kesesakan.

  1. Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir; Kau halau bangsa-bangsa lalu Kau tanam pohon itu. Dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke Sungai Efrat.
  2. Mengapa Engkau menggempur temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat? Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.
  3. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pokon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kananMu.
  4. Maka kami tidak akan menyimpang dari padaMu; biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan namaMu. Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajahMu bersinar maka selamatlah kami.

Lakukanlah semua yang telah kamu lihat padaku, maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu (Flp 4:6-9)

Saudara-saudara, janganlah kuatir tentang apa pun juga, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah yang melampaui akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Yesus Kristus. Jadi, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, itulah yang harus kamu pikirkan. Dan apa yang telah kamu pelajari, apa yang telah kamu terima, apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.

 

Kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain (Mat 21:33-43)

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, “Dengarkanlah perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar di sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi para penggarapan menangkap hamba-hamba itu. Yang seorang mereka pukuli, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang pertama. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya: Anakku pasti mereka segani. Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain, ‘Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia supaya warisannya menjadi milik kita.’ Maka mereka menangkap dia dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apa yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kata imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu, dan kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru? Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu: Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diserahkan kepada suatu bangsa yang akan men-hasilkan buah Kerajaan itu.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge