Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 27
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Rabu, 11 Oktober 2017
   
 

DAMAI SEJAHTERA ALLAH YANG
MELAMPAUI AKAL AKAN MEMELIHARA HATI DAN PIKIRANMU DALAM YESUS KRISTUS

 
 
 
Yun 4:1-11 | Mzm 86:3-6.9-10 | Luk 11:1-4

Engkau sayang akan pohon jarak itu? Mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu? (Yun 4:1-11)

Yunus sangat kesal hatinya dan marah-marah, karena Tuhan mengasihani kota Niniwe. Maka berdoalah ia kepada Tuhan, “Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan, ketika aku masih di negeriku! Aku tahu bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya, yang menyesali malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Itulah sebabnya aku melarikan diri ke Tarsis. Maka sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati daripada hidup.” Tetapi Tuhan bersabda, “Layakkah engkau marah?”
Yunus telah keluar dari kota Niniwe dan tinggal di sebelah Timurnya. Di situ ia mendirikan sebuah pondok dan duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. Lalu atas penentuan Tuhan Allah, tumbuhlah sebatang pohon jarak yang menaungi kepala Yunus, agar ia terhibur dari kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah pula datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah, bertiuplah angin Timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus. Lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati. Ia berkata, “Lebih baiklah aku mati daripada hidup.” Tetapi Tuhan bersabda kepada Yunus, “Layakkah engkau marah kepada pohon jarak itu?” Jawab Yunus, “Selayaknyalah aku marah sampai mati.” Tuhan lalu bersabda, “Engkau sayang akan pohon jarak itu, padahal tidak sedikitpun engkau berjerih payah dan tidak pula engkau menumbuhkannya! Pohon itu tumbuh dalam satu malam dan binasa pula dalam satu malam. Nah, mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, dengan ternaknya yang begitu banyak? Padahal mereka itu tak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri!”

ST. YOHANES PAULUS II, paus, dikenal sebagai seorang pendoa yang tekun. Ia begitu energik mengunjungi berbagai negara dan membawa pesan perdamaian. Toh ia masih sempat bertemu dan bersalaman dengan khalayak ramai di Lapangan Santo Petrus dan menerima audiensi berbagai kelompok khusus. Ternyata kuncinya ada pada doa. Sadar akan kekurangan dan kelemahan dirinya, ia selalu berdoa (secara khusus rosario) di mana ada kesempatan. Doa sederhana itu meneguhkan dirinya, sehingga ia dikenang sebagai Paus yang menyentuh kaum muda, meruntuhkan paham komunisme dan menjembatani perbedaan dalam masyarakat.

PENGALAMAN YESUS menjadi model di dalam hidup dan karya St. Yohanes Paulus II ini. Yesus juga selalu berdoa kepada Bapa, walaupun Ia sendiri pada hakekatnya Tuhan. Namun dimensi kemanusiaan Yesus tetap menuntutnya berdoa, sekaligus menjadi model bagi para murid. Para murid menyadari, bahwa kekuatan doa itu sangat luar biasa. Mereka ingin menimba kekuatan yang sama. "Tuhan, ajarilah kami berdoa", pinta seorang murid Yesus. Permintaan itu lebih membahasakan pengakuan, bahwa manusia lemah tak bisa mengatasi kegelapan jika ia tidak memiliki relasi yang kuat dengan Tuhan. Doa menjadi pintu menuju relasi itu. Doa membersihkan hati nurani, sehingga manusia lebih mampu memahami kebesaran dan belas kasih Allah. Doa membuat kita mengabaikan kepentingan diri dan menerima penyelenggaraan Tuhan dengan tangan terbuka.

NABI YUNUS kecewa karena Tuhan tidak memperhatikan dirinya tetapi orang-orang Niniwe. Kita sering kecewa karena merasa diri tak diperhatikan Tuhan, karena doa kita tak dikabulkan. Dalam banyak hal kita perlu lebih mengoreksi diri. Pengabulan doa Tuhan bukan sebatas memenuhi keinginan kita, tetapi membuka jalan lebih lebar menuju keselamatan. Karena itu anugerah Tuhan tidak selamanya sejalan dengan kehendak kita, melainkan menurut jalan keselamatan yang disiapkan-Nya. Teruslah berdoa dan siapkanlah hati untuk menerima apapun penyelenggaraan-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami berdoa, agar hati kami lembut, kehendak kami murni, dan pelayanan kami kokoh. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 86:3-6.9-10; R: 15b)

Ref: Engkaulah Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

  1. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
  2. Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-MU. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
  3. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan; mereka memuliakan nama-Mu. Tuhan, sungguh besarlah Engkau! Engkau melakukan keajaiban-keajaiban, hanya Engkaulah Allah.

Tuhan, ajarlah kami berdoa (Luk 11:1-4)

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah, ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge