Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 27
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Senin, 9 Oktober 2017
   
 

DAMAI SEJAHTERA ALLAH YANG
MELAMPAUI AKAL AKAN MEMELIHARA HATI DAN PIKIRANMU DALAM YESUS KRISTUS

 
 
 
Yun 1:1-17; 2:10 | Yun 2:2-4.7 | Luk 10:25-37

Yunus siap melarikan diri dari hadapan Tuhan (Yun 1:1-17; 2:1)

Datanglah sabda Tuhan kepada Yunus bin Amitai demikian, “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan berserulah terhadap mereka, sebab kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Ia pergi ke Yafo, dan di sana mendapat sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan.
Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak kepada allahnya, dan mereka membuang segala muatan ke dalam laut untuk meringankan kapal. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata, “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allahmu itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”
Lalu berkatalah mereka satu sama lain, “Marilah kia buang undi, supaya kita tahu, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini.” Mereka lalu membuang undi dan Yunuslah yang kena. Maka berkatalah mereka kepadanya, “Beritahu kami, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang? Manakah negerimu dan dari bangsa manakah engkau?” Sahut Yunus kepada mereka, “Aku ini seorang Ibrani. Aku takwa pada Tuhan, Allah yang menguasai langit, yang telah menjadikan laut dan daratan.” Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya, “Apa yang telah kauperbuat ?” Sebab orang-orang itu tahu bahwa ia telah melarikan diri jauh dari hadapan Tuhan. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. Bertanyalah mereka, “Akan kami apakan dikau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi? Sebab laut semakin bergelora.” Sahut Yunus kepada mereka, “Angkatlah aku dan campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kalian lagi. Sebab aku tahu, karena akulah badai besar ini menyerang kalian.”
Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. Lalu berserulah mereka kepada Tuhan, katanya, “Ya Tuhan, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini, dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, Tuhan, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.” Kemudian mereka mengangkat Yunus dan mencampakkannya ke dalam laut. Maka laut berhenti mengamuk. Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada Tuhan, lalu mempersembahkan kurban sembelihan kepada Tuhan serta mengikrarkan nazar. Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus. Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Lalu bersabdalah Tuhan kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

PROKLAMASI kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan sejumlah peristiwa historis yang dramatis. Dipimpin oleh Chairul Saleh, sejumlah pemuda "menculik" Sukarno dan Hatta, membawa mereka ke Rengasdengklok dan memaksa mereka menyatakan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, terlepas dari PPKI (Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang dilihat sebagai boneka buatan Jepang. Walaupun Sukarno dan Hatta menolak, rencana itu berhasil. Bertempat di Pegangsaan Timur 56, Sukarno membacakan teks proklamasi tersebut. Kini peristiwa Rengasdengklok itu dikenang sebagai pilar sejarah perjuangan bangsa ini membentuk jati dirinya.

KELEMAHAN manusia sering membuatnya segan berkorban bagi orang lain. Ia juga segan menjalankan kewajibannya selaku orang beriman karena korban tersebut. Namun Tuhan tetap memilih orang yang dianggap layak menjadi utusan-Nya. Yunus dipilih Tuhan untuk mewartakan pertobatan di Niniwe. Segan dengan tugas tersebut, Yunus melarikan diri ke Tarsis. Tetapi Tuhan tak tinggal diam. Ia mengirimkan badai. Yunus pun dicampakkan ke dalam laut, ditelan ikan dan akhirnya dibawa ke Niniwe.Walau tak suka, Yunus tetap menjalankan kehendak Tuhan. Bagi Yesus, menjalankan kehendak Tuhan itu harus lahir dari keputusan bebas dan bertolak dari niat untuk mengungkapkan cinta Tuhan. Dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, Ia sekali lagi menggarisbawahi, bahwa perintah Tuhan tak bisa dijalankan hanya sekedar sebagai kewajiban, tetapi harus didasarkan oleh keinginan untuk membahagiakan sesama. Si imam dan orang Lewi mengabaikannya, orang Samaria mewujudkannya. Cinta yang lahir dari kehendak bebas berbuah manis.

PENGALAMAN Yunus dan pengajaran Yesus mengingatkan kita, bahwa tak seorang pun dapat menghindar dari kehendak Allah. Di saat tertentu kita dengan gembira mewujudkan kehendak Allah, namun di saat lain kita segan karena berbagai alasan. Apapun situasi yang kita hadapi, kita harus berpedoman pada prinsip pokok, yakni bahwa Tuhan yang menciptakan kita berencana untuk menghantar kita ke dalam keselamatan abadi. Membalas cinta Tuhan ini, kita pun perlu membaharui cinta kita, dengan cara hidup lebih bermartabat, taat pada kehendak-Nya dan selalu berusaha mewujudkan cinta-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kisah orang Samaria mendorong kami bertindak benar di hadapan-Mu demi cinta pada sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Yun 2: 2-4.7; R: 7c)

Ref: Engkau mengangkat nyawaku dari dalam liang kubur.

  1. Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku. Dari tengah-tengah alam maut aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
  2. Engkau telah melemparkan daku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
  3. Aku berkata, “Telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi Bait-Mu yang kudus?”
  4. Ketika jiwaku letih lesu dalam diriku, teringatlah aku kepada Tuhan, maka sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Siapakah sesamaku? (Luk 10:25-37)

Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana? Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan seganap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun, yang bukan saja merampoknya habisa-habisan tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian pula seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.’ Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.” Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukanlah demikian!”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge