Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2017
  MASA BIASA PEKAN 29
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Selasa, 24 Oktober 2017
   
 

KAMI MEMBERITAKAN INJIL TIDAK HANYA DENGAN KATA-KATA TETAPI JUGA DENGAN KEKUATAN DALAM ROH KUDUS

 
 
 
Rm 5:12.15b.17-19.20b-21 | Mzm 40:7-10.17 | Luk 12:35-38

Jika karena dosa satu orang maut telah berkuasa, betapa hebatnya mereka akan berkuasa dalam kehidupan (Rm 5:12.15b.17-19.20b-21)

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu, juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. Jika karena pelanggaran satu orang semua orang jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia dan anugerah Allah yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. Sebab jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa, maka lebih besar lagi yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran: mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sebagaimana oleh satu pelanggaran semua orang mendapat penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang mendapat pembenaran untuk hidup. Jadi sebagaimana oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua menjadi orang benar. Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia berlimpah-limpah. Jadi sebagaimana dosa berkuasa dalam alam maut, demikianlah pula kasih karunia akan berkuasa karena Tuhan kita Yesus Kristus membenarkan kita untuk hidup kekal.

PRESIDEN Joko Widodo merupakan simbol negara yang berperan memberi gambaran kepada dunia seperti apa Republik Indonesia ini. Melalu media massa, kita menemukan ceritera, bahwa citra Indonesia di mata dunia sedang naik daun, karena Presiden Joko Widodo dikenal sebagai seorang pekerja keras, bersih dari korupsi, memperjuangkan politik yang menghargai "Bhinneka Tunggal Ika", dan sebagainya. Seorang teman dari Belanda pernah menulis, "Sekarang saya dengan bangga mengatakan, saya ini orang Indonesia." Penampilan satu orang "Jokowi" telah memberi citra positip bagi orang Indonesia di seluruh dunia.

KEPADA umat di Roma, Paulus mengingatkan, bahwa nasib citra Allah (manusia) dipengaruhi oleh pribadi kunci. Oleh dosa Adam dan Eva, semua manusia masuk ke dalam situasi tak berahmat. Karena ketidaktaatan satu orang, semua orang menjadi berdosa. Akan tetapi peranan negatip ini diimbangi oleh peranan positip dari Yesus Kristus. Berkat ketaatan Yesus Kristus, semua manusia dibenarkan di hadapan Allah. Pesan ini indah, tetapi jika tidak ditelaah dengan baik, bisa memberi gambaran keliru. Jika peranan Kristus sudah cukup, manusia tidak perlu berbuat apa-apa. Tetapi Yesus justru memberi peringatan, bahwa upaya manusia haruslah diwujudkan. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala", demikian kata Yesus. Betul, Yesus membuka jalan menuju keselamatan berkat kematian-Nya, tetapi keputusan ada di jalan itu atau tidak, sepenuhnya ada di tangan kita. Tanpa upaya yang baik, manusia tetap jauh dari keselamatan.

BERJAGA-JATA seperti apa yang diharapkan Kristus dari kita? Tuhan memberi kita pedoman untuk hidup sesuai standar moral yang benar, sehingga ketika kita bertemu dengan Sang Pencipta di akhir hayat, kita datang sebagai pribadi yang dimurnikan oleh salib Kristus, berkat pertobatan kita. Bertobat dari dosa adalah cara sederhana untuk selalu berjaga-jaga. Ketika ada kesalahan, kita tidak menunggu sampai ada hukuman baru memperbaiki diri, tetapi atas inisiatip sendiri, pembaharuan diri perlu diupayakan. Dengan demikian, kita selalu berada dalam situasi kudus, berpijak pada rel keselamatan, memperhatikan rambu-rambu iman dan moral, hingga selamat sampai ke tujuan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami duta-duta cinta-Mu, agar pelayanan kami membawa keselamatan bagi banyak orang. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 40: 7-10.17; R: 8a.9a)

Ref: Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

  1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!”
  2. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
  3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
  4. Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata, “Tuhan itu besar!”

Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga (Luk 12:35-38)

Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge