Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2014
  MASA PASKAH PEKAN VI
   
Tantangan selalu ada, tetapi dalam Roh dan kebenaran, kita akan selalu berlangkah maju untuk membangun Kerajaan Allah.

PERCAKAPAN dalam Perjamuan Akhir versi Injil Yohanes merupakan percakapan konsolidasi internal Yesus dan para muridNya, sebelum Ia menyempurkan dan memahkotai seluruh pelayananNya dengan peristiwa salib dan kebangkitan. Peristiwa tragis itu jelas-jelas menggoncangkan sendi-sendi keyakinan diri para rasul yang telah dibinaNya itu. Walaupun demikian, karya pewartaan harus tetap dilanjutkan oleh mereka. Karena itu Yesus meyakinkan mereka tentang Roh yang akan menaungi mereka. “Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari padaKu”, kata Yesus. Dengan kata lain, inspirasi Roh Kudus tidak lain daripada Sabda Kehidupan yang sejauh ini telah diwartakan oleh Yesus sendiri. Maka para rasul tak boleh ragu-ragu lagi tentang masa depan mereka.

Setiap orang bisa saja ragu dengan masa depan yang tidak pasti. Apalagi di jaman sekarang ini, ketika iman yang benar terancam oleh serangan dari segala arah. Pertama, sekularisme (pengagungan nilai-nilai duniawi) yang semakin kuat melanda semua sisi kehidupan umat manusia. Kedua, fanatisme (membenarkan diri dan menganggap semua yang lain salah) dari penganut agama-agama yang merasa perlu menunjukkan identitas diri, termasuk dengan kekerasan. Ketiga, indiferentisme (sikap masa bodoh) dari umat beragama itu sendiri. Jika lawan kedua dalam rupa fanatis-me relatif bisa dihadapi, perlawanan dari sekularisme dan sikap masa bodoh jauh lebih merusak, karena kehidupan iman tidak diganggu tetapi juga tidak diberi ruang gerak memadai untuk berkembang. Iman seperti disimpan di lemari es, tetap awet dan tidak hancur tetapi juga tidak menghasilkan apa pun karena tidak sempat bertumbuh dan berkembang.

Marilah kita berdoa bersama-sama memohon kepada Yesus, agar proses konsolidasi internal terjadi juga di lingkungan kita saat ini. Kita perlu menyadari, bahwa tantangan merupakan peluang untuk lebih kreatif berkarya. Kita perlu yakin bahwa Sang Penghibur selalu memberi inspirasi kepada kita. Dan kita perlu berteguh, tidak putus asa menghadapi perlawanan yang tak kunjung putus. (ap)

  1. Apakah tiga bentuk perusak iman di atas ada di lingkungan anda: sekularisme, fanatisme dan indiferentisme?
  2. Sadarilah tantangan-tantangan ini berbuatlah yang terbaik untuk mengokohkan iman pribadi, keluarga dan komunitas.

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2
29 30 31
  Rabu, 28 Mei 2014
 
 

KAMU MENGENAL DIA SEBAB DIA MENYERTAI KAMU DAN AKAN DIAM DI DALAM KAMU

   
   
   
 
Kis 17:15.22-8:1 | Mzm 148:1-2.11-14 | Yoh 16:12-15

 

Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang ku berikan kepada kamu
(Kis 17:15.22-8:1)

Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus. Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka serta batas-batas kediaman mereka. Maksudnya supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah serta menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada,seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu; Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.” Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berfikir bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberikan kepada manusia,bahwa di mana-mana semua orang harus bertobat. Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia denga adil akan menghakimi dunia dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati.”
Ketika mereka mendengar tenang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius,anggota majelis Areopagus,dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka, Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Mazmur Tanggapan (Mzm 148:1-2.11-14; R: 7c)

Ref: Surga dan bumi penuh dengan kemuliaanMu.

  1. Pujilah Tuhan di surge, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia,hai segala malaikat-Nya, Pujilah Dia,hai segala tentara-Nya.!
  2. Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua perintah dunia; Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orangtua dan orang muda.!
  3. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan,sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
  4. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.
 

Roh kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:12-15)

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,”Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran; Ia tida akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku,sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku,sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge