| |
|
| Pelayanan yang dilakukan dengan penuh cinta lebih menyentuh hati sanubari sesama manusia. |
DALAM Kitab Keluaran dikatakan, bahwa jika seseorang menjaga binatang milik temannya dan binatang itu diterkam binatang buas, maka ia harus membawa bukti, dan dengan itu ia bebas dari kewajiban membayar ganti rugi (bdk. Kel 22:13). Sementara itu, Nabi Amos, menggambarkan kewajiban seorang gembala, antara lain menyelamatan bagian tubuh hewannya, seperti dua kaki atau potongan telinga, dari mulut singa yang menerkam (bdk. Am 3:12). Dua contoh ini memberi gambaran tentang kewajiban seorang gembala yang harus menjaga kawanan yang dipercayakan kepadanya. Ia bahkan rela mengambil risiko kehilangan nyawanya demi tugas tersebut.
Yesus memakai kerangka pemikiran yang sama ketika menyebut diri sebagai gembala bagi umatNya. Sama seperti seorang gembala domba atau hewan piaraan lain harus siap mempertaruhkan nyawa bagi keselamaan peliharaannya, demikianlah Yesus juga melakukan hal serupa. Yang berbeda ialah, jika para gembala melakukannya atas azas kewajiban, Yesus melakukannya karena pilihan cinta. Para gembala memperoleh upah atau imbalan yang layak atas pekerjaannya, sementara Yesus tidak menerima apa pun selain daripada sukacita karena jiwa-jiwa manusia ciptaan Bapa surgawi meraih keselamatan. Satu pelayanan karena cinta biasanya bisa diwujudkan secara lebih mendalam, karena melibatkan seluruh kepribadian sang pelaku. Yesus tak sekedar menjalan kewajiban yang ditetapkan Bapa, melainkan karena Ia sendiri juga mencintai manusia sedalam-dalamnya.
Menanggapi tawaran cinta Yesus sebagai gembala, kita dapat mengambil posisi serupa. Hendaknya pelayanan yang kita lakukan bukan sekedar sebuah kewajiban, melainkan lebih sebagai sebuah pilihan karena cinta Kristiani yang kita miliki. Jika cinta yang menjadi dasar, pelayanan itu semakin sempurna, karena melibat seluruh daya, energi dan kepribadian kita. Bahkan cinta itu menjadi identitas iman kita. Jadilah gembala bagi sama saudara yang membutuhkan dirimu. (ap)
- Apakah pelayanan Yesus yang didasarkan atas pilihan cinta memberi inspirasi bagi anda?
- Apa tanggapan konkrit anda atas inspirasi tersebut? Apa per-bedaan kualitas pelayanan yang dapat anda lihat?
(c) bbss 2014 aurelius pati soge |
|
Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin hidup
(Kis 11:1-8)
Rasul – rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka, “Engkau telah masuk ke rumah ornag-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.”
Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya, “Ketika aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi, dan aku melihat suatu penglihatan: Suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya, dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat, binatang liar, binatang melata dan burung-burung. Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak! Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir msuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari surge berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu, dan ia menceritakan kepada kami, bagaimana ia melihat malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan kurnia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”
Ketika mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah,katanya, “Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”
|
|
Mazmur Tanggapan (Mzm
42:2-3; 43:3-4; R: 3a)
Ref: Jiwakku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!
- Seperti rusa merindukan sungai berair,demikianlah jiwakku merindukan Engkaku, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup! Bilakah aku boleh datang melihat Allah.
- Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
- Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
|
|
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yoh 10:11-18)
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu mener-kam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan, dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu. Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga; mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya daripadaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu.”
|