Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2014
  MASA PASKAH PEKAN V
   
Jalan itu terbuka lebar, tetapi anda yang memutuskan akan melaluinya atau tidak

DI TEMPAT-TEMPAT umum, biasa kita melihat penunjuk arah. Dengan penunjuk yang tepat, seseorang dapat menemukan tujuannya dengan mudah tanpa harus meminta bantuan orang lain. Waktu bisa dihemat, biaya juga bisa ditekan. Penunjuk ibaratnya “dewa penolong”, tetapi, arah mana yang akan diikuti, keputusan sepenuhnya ada di benak orang tersebut.

Tomas dan Filipus yang kebetulan mengajukan pertanyaan kepada Yesus. Namun jawaban Yesus tidak ditujukan hanya kepada keduanya. Pada satu sisi terlihat masih dangkalnya iman mereka. “Tuhan, kami tidak tahu ke-mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” tanya Tomas. “Tuhan tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami”, kata Filipus. Yesus tahu para murid masih dalam proses pencarian. Ia harus memberi kepastian tentang jalan itu. Hanya satu jawaban, yakni diriNya sendiri. Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Hanya melalui Dia orang dapat sampai kepada Bapa. Barangsiapa melihat diriNya berarti melihat Bapa. Yesus menunjukkan jalan, tawaran dan motivasi, tetapi tidak memaksakan pilihan. Keputusan akhir tetap ada di tangan para murid, apakah mereka tetap memilih Yesus atau sesuatu yang lain.

Setiap kali melakukan sesuatu yang berkaitan dengan iman, sesungguhnya kita membuat keputusan untuk mengikuti jalan Yesus. Ketika kita menolong orang, kita mewujudkan cinta dan kebaikan Yesus. Ketika kita bertobat dari dosa dan memurnikan diri, kita membuat diri kita layak di mata Tuhan. Ketika kita mewartakan Sabda Tuhan, kita memperkenalkan Yesus dan karyaNya kepada orang-orang. Semua membutuhkan keputusan pribadi untuk terlibat atau tidak. Maka marilah kita senantiasa mengasah nurani kita, agar ketika tiba saatnya, dengan penuh percaya diri kita memilih untuk menapaki jejak-jejak Yesus. (ap)

  1. Sejauh mana anda menerima dan memahami peranan Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup?
  2. Apa tanggapan anda dalam penghayatan praktis hidup anda?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2
29 30 31
  Minggu, 18 Mei 2014
 
 

AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
HANYA MELALUI AKU ORANG MELIHAT BAPA

   
   
   
 
Kis 6:1-7 | Mzm 33:1-2.4-5.18-19 | 1 Ptr 2:4-9 | Yoh 14:1-12

 

Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus (Kis 6:1-7)

Di kalangan jemaat Yerusalem, ketika jumlah murid semakin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu, kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik dan penuh dengan Roh dan hikmat supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan perhatian dalam doa dan pelayanan Firman.”
Usul itu diterima baik oleh semua jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka dihadapkan kepada para rasul, lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Tuhan semakin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem semakin bertambah banyak, jika sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 33:1-2.4-5.18-19; R: 3cd)

Ref: Kita memuji Allah kar’na besar cintaNya.

  1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukur kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah dengan gambus sepuluh tali.
  2. Sebab Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakanNya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setiaNya.
  3. Sungguh mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
 

Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada (1 Ptr 2:4-9)

Saudara-saudara terkasih, datanglah kepada Kristus, batu yang hidup yang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci, “Sesungguhnya Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu yang mahal, dan siapa yang percaya kepadaNya tidak akan dipermalukan.”
Karena itu, bagi kamu yang percaya ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru; juga telah menjadi batu sentuhan dan batu sandungan.” Mereka tersandung padanya karena mereka tidak taat pada Firman Allah; dan memang sudah ditentukan untuk itu. Tetapi, kamulah bangsa yang terpilih, kaum Imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Maka, kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terangNya yang menakjubkan.

 

Akulah jalan, kebenaran dan hidup (Yoh 14:1-12)

Dalam amanat perpisahanNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapakKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.”
Kata Tomas kepadaNya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadaNya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepadaNya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama engkau, Filipus, namu engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. Bagaimana engkau berkata: Tunjukkan Bapa kepada kami? Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dia lah yang melakukan pekerjaanNya. Percayalah kepadaKu bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, atau sedidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahwa pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge