Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2014
  MASA PASKAH PEKAN III
   
Ada orang beragama yang tidak percaya Tuhan

MUNGKIN banyak imam yang tersinggung ketika saya mengata-kan ini, “Ada imam Katolik yang hari-hari mempersembahkan Eka-risti Kudus, berkotbah dengan merujuk ke Kitab Suci, menganjurkan penghayatan moral Kristiani kepada umat, tetapi ia sendiri sebetul-nya tidak memiliki keyakinan yang kuat akan penyelenggaraan Tuhan, bahkan cenderung tidak percaya Tuhan.” Ketika saya melontarkan gagasan ini dalam satu sharing di tengah retret, sejumlah rekan imam marah-marah, bahkan tersinggung, dan dengan sangat mengingatkan saya untuk tidak mengulang pemikiran serupa dalam sharing iman pada kesempatan lain. Beberapa tahun kemudian, saya mengikuti sebuah retret di Perth, Australia, dibimbing oleh Fr. Edgardo Arellano dari Filipina. Ketika saya menceriterakan kisah ini, ia hanya tersenyum lalu berkata, bahwa memang ia juga mengenal sejumlah imam Katolik yang sebetulnya tidak percaya Tuhan. Mengejutkan tetapi itu fakta, tegasnya.

Secara formal, orang-orang Yahudi yang mencari Yesus adalah orang-orang beragama. Tetapi apakah mereka sungguh percaya Tuhan? Yesus tidak yakin dengan itu, karena jika mereka percaya kepada Bapa, seharusnya mereka percaya kepada diriNya. Namun fakta di lapangan menunjukkan, bahwa mereka tidak percaya. Maka formalitas agama tidak menjamin kuatnya iman.

Kewajiban beragama di Indonesia merupakan keputusan politik nasional, tetapi kualitas iman seseorang tidak ditentukan oleh hal tersebut. Kita terus menerus digerus oleh fanatisme, sekularisme dan terutama indiferentisme. Seperti orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus, kita pun mengalami banyak kasih Tuhan tetapi tetap tidak percaya kepadaNya. Mari terus mengingatkan diri, betapa pentingnya menjaga kepekaan hati nurani. (ap)

  1. Adakah pengalaman mengesankan yang mengubah sejarah hidup anda?
  2. Menurut anda, apakah Tuhan berperanan di dalam peristiwa tersebut? Mengapa anda yakin demikian?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2
29 30 31
 

Rabu, 7 Mei 2014

BUKANKAH HATI KITA BERKOBAR-KOBAR KETIKA IA BERBICARA DENGAN KITA

 
 
 
Kis 8:1b-8 | Mzm 66:1-3a.4-7a | Yoh 6:35-40

 

Mereka menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan injil (Kis 8:1b-8)

Setelah Stefanus dibunuh, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang salelh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki serta perempuan ke luar, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar menjelajah ke seluruh negeri sambil memberitakan Injil.
Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu

Mazmur Tanggapan (Mzm 66:1-3a.4-7a; R:1)

Ref: Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!

  1. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu!”
  2. Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, seluruh bumi memazmurkan nama-Mu. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
  3. Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.
 

Inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal (Yoh 6:35-40)

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge