Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2014
  MASA PASKAH PEKAN III
   
Tuhan tidak hanya memberitakan Sabda Keselamata, tetapi juga mewariskan bagi kita santapan jiwa yang meneguhkan hidup kita.

AKHIR-AKHIR ini gerakan adorasi di depan Sakramen Mahakudus semakin meluas di kalangan umat awam Katolik. Kebiasaan doa yang dulu hanya dipraktekkan di rumah-rumah biara, komunitas-komunitas para imam, kini hadir di tengah umat di paroki-paroki. Saya melihat semangat umat yang terlibat dalam adorasi tersebut. “Ketika bersujud di depan Sakramen Maha-kudus, merenung dalam keheningan untuk menyadari kehadiran Tuhan, saya akhirnya sampai pada kesadaran, betapa Tuhan men-cintai manusia, sehingga ia mau hadir dalam rupa sederhana ini dan terus mengingatkan kita, betapa cintaNya tak pernah surut”, demikian kesaksian seorang peserta yang selalu menyiapkan waktu untuk berdoa secara teratur di depan Sakramen Mahakudus. Semoga semangat ini semakin meluas di seluruh Indonesia, karena saya percaya, di tempat di mana adorasi ini dijalankan, di sana berkat Tuhan selalu turun dalam rupa yang paling konkrit dan menjawabi kebutuhan umatNya.

“Aku lah roti yang telah turun dari surga”, kata Yesus. Dengan hidup di tengah manusia, Yesus memakai pendekatan bottom up dalam karya penyelamatan. Ketika Yesus akan mengakhiri kehadiranNya secara fisik, ia mewariskan Ekaristi, sehingga pasca kematian, kebangkitan dan kenaikan ke surga, para murid tetap memiliki pegangan yang memberi peneguhan. Dia yang telah turun dari surga telah kembali ke surga, tetapi kehadiranNya yang penuh cinta dan kerendahan hati tetapi langgeng dan memberi arah kepada umat manusia. Ekaristi itu sendiri tetap sebuah misteri. Kita tak pernah makan tubuh dan darah biologis Yesus, tetapi makna teologis sangat kuat di dalamNya. Jika ingin selamat, kita membutuhkan Yesus, dan Ia hadir secara sangat efektif di dalam Ekaristi.

Mari kita menggalakkan gerakan cinta Ekaristi Kudus. Promosikanlah adorasi di depan Sakramen Mahakudus sebagai sebuah gerakan rohaniah yang membawa berkah bagi banyak orang. Hadirilah perayaan Ekaristi dan terimalah komunio kudus sesering mungkin. Yakinlah, Tuhan menunjukkan kebesaranNya dalam hidupmu. (ap)

  1. Apakah anda pernah meragukan Ekaristi dan menolak untuk menerima Tubuh dan Darah Kristus?
  2. Jika anda melihatnya kembali, apakah keraguan itu mem-bawa dampak negatip dalam perkembangan iman anda?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2
29 30 31
  Jumat, 9 Mei 2014
 
 

BUKANKAH HATI KITA BERKOBAR-KOBAR KETIKA IA BERBICARA DENGAN KITA

   
   
   
 
Kis 9:1-20 | Mzm 117:1.2 | Yoh 6:52-59

 

Orang ini adalah alat pilihan-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain (Kis 9:1-20)

Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, hati Paulus berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa daripadanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti jalan Tuhan ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu! Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota.” Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias!” Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus, yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu. Tetapi firman Tuhan kepadanya, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itujuga seolah –olah ada selaput gugur dari matanya, sehingga Saulus dapat melihat lagi. Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 117:1-2; R: Mrk 6:15)

Ref: Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil!

  1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
  2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.
 

DagingKu adalah benar-benar makanan, dan darahKu adalah benar-benar minuman (Yoh 6:52-59)

Di rumah ibadat di Kapernaum orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan?” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan, dan darahKu adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge