Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2014
  MASA PASKAH PEKAN III
   
Di saat aku membutuhkan, Tuhan datang pada waktunya untuk menyelamatkan diriku

PERJALANAN dua murid ke Emaus itu sesungguhnya dipenuhi oleh rasa putus asa. Sekian lama mereka hidup bersama dengan Yesus dan menaruh harapan besar padaNya. Tapi ternyata guru yang mereka andalkan itu mati secara tragis sebagai penjahat di salib. Apakah mereka telah salah menilai Yesus? Pertanyaan yang tak terjawab kelihatannya, sehingga dua murid ini mengambil keputusan besar, yakni kembali ke Emaus. Tak ada lagi gunanya berada di Yerusalem. Krisis iman yang hebat ini jelas tak bisa diatasi dengan mudah. Jika tak ada yang menolong, mereka akan kembali ke pola iman lama pra pembaharuan Yesus, kembali ke semangat lama, kembali ke kebiasaan lama dengan segala sisi lemahnya. Yesus turun tangan, revelasi terjadi di Emaus, warta kebangkitan diterima oleh keduanya, iman mereka pun diselamatkan.

Krisis iman praktis menjadi santapan hidup sehari-hari. Banyak orang Katolik yang sangat tergoncang imannya oleh aneka peristiwa. Skandal korupsi dan seks sejumlah uskup dan imam menggoncang sendi-sendi banyak umat awam. Pola hidup yang tak benar umat Allah membuat orang tidak lagi berminat mencari kehenaran dalam Kristus. Situasi ini haruslah menjadi koreksi bagi kita sekalian. Ingatlah selalu, bahwa kehadiran kita sebagai orang Kristiani selalu membawa serta misi pewartaan. Marilah kita membaharui diri, agar hidup kita dapat menjadi tanda kehadiran Kristus bagi orang-orang yang mencari nilai baru pegangan hidup mereka.

Sepasang suami isteri berbeda iman mengalami masa-masa berat dalam hidup. Usaha mereka tidak berkembang, perkawinan mereka selalu dirongrong oleh orang-orang dekat yang tidak menyetujuinya. Berbagai pengalaman aneh terjadi, sering dikait-kaitkan dengan perdukunan atau klenik. Ketika pasangan muda ini ada pada batas putus asa, ibu sang pria, satu-satunya orang yang menyetujui perkawinan itu, tampil menjadi pembela. "Apa kehendak Tuhan, aku tidak tahu", katanya, "tapi tugasku ialah mendampingi kalian untuk hidup bahagia. Ibu tidak keberatan dengan pola iman apa yang dipilih, yang penting itu meneguhkan dan membuat kalian berbahagia" Ketika sang suami memutuskan menerima Kristus, si isteri merasa, bahwa Tuhan telah mengutus malaikatNya menolong mereka, yakni ibu suaminya. (ap)

  1. Pernahkah anda atau orang lain di sekitar anda mengalami krisis iman?
  2. Dengan cara apa atau melalui siapa Tuhan turun tangan untuk menyelesaikan krisis itu?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2
29 30 31
 

Minggu, 4 Mei 2014

 

BUKANKAH HATI KITA BERKOBAR-KOBAR KETIKA IA BERBICARA DENGAN KITA

 
 
 
Kis 2:14.22-33 | Mzm 16:1-2a.5.7-11 | 1 Ptr 1:17-21 | Luk 24:13-35

 

Tidak mungkin Yesus tetap berada dalam kuasa maut (Kis 2:14.22-33)

Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring, ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Yang aku maksudkan ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat, dan tanda-tanda, yang dilakukan Allah dengan pengantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi, Allah membangkitkan Dia dengan me-lepaskanNya dari sengsara maut karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Sebab, Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapanMu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah bahwa Ia akan mendudukan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan bahwa Dia tidak ditinggalkan di dunia orang mati, dan bahwa dagingNya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan Allah, dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkanNya apa yang kamu lihat dan kamu dengar di sini.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 16:1-2a.5.7-11; R:11a)

Ref: Bagi orang benar, Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
  2. Aku memuji Tuhan yang telah member nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak akan goyah.
  3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan.
  4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan, di hadapanMu ada sukacita berlimpah, di tangan kanaMu ada nikmat yang abadi.
 

Kamu telah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu Darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda (1 Ptr 1:17-21)

Saudara-saudara terkasih, Allah yang menghakimi semua orang menurut perbuatannya tanpa pandang muka, kamu sebut Bapa. Maka, hendaklah kamu hidup dengan takwa selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu. Kamu telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu Darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi baru menyatakan diriNya pada zaman akhir karena kamu. Oleh Dialah, kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan yang telah memuliakanNya, sehingga iman dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

 

Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti (Luk 12:13-35)

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawabnya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” KataNya kepada mereka, “Apakah itu?” Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkanNya. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan Bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayatNya. Lalu mereka datang dengan berita bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang menyatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar apa yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya? Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kita Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalananNya. Tetapi mereka mendesakNya dengan sangat, "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka, dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan ktia di tengah jalan, dan ketika ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada dua murid itu, "Sungguh, Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." lalu kedua murid itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge