Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2018
  Masa Paskah Pekan 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30          

Selasa, 24 April 2018
 
  St. Fidelis dari Sigmaringen, martir  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja membantu dan sungguh terlibat dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang berupaya menangkal segala bentuk radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa."
 
 
Kis 11:19-26 | Mzm 87:1-7 | Yoh 10:22-30

Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan (Kis 11:19-26)

Banyak saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai di Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berbicara juga kepada orang-orang Yunani; mereka ini memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah khabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem. Lalu jemaat di Yerusalem itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasehati mereka supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus, dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

 
MEMBACA perkembangan jemaat Tuhan di Antiokhia, yang terus bertumbuh oleh bimbingan Roh Kudus, saya teringat akan kata-kata Rabi Gamaliel, ketika Makhamah Agama di Yerusalem terus menekan para rasul. Ia memberi nasihat, antara lain, "Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah" (Kis 5:38-39). Ramalan Gamaliel ini terbukti benar dan terwujud tahap demi tahap.

KEKUATAN utama yang memberi pegangan kepada jemaat awal ini adalah ketaatan pada karunia iman. "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu", kata Yesus (Yoh 10:30). Sebagai gembala, Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya menjadi penebusan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Orang Yahudi menolak untuk percaya, sehingga karunia agung itu diambil dari mereka dan diberikan kepada bangsa-bangsa lain yang membuka diri. Inilah kelahiran Israel Baru, Gereja Kudus, yang menghimpun semua orang dari berbagai bangsa, budaya, kaum dan bahasa, ke bawah satu kepala, yakni Kristus sendiri. Ketaatan kepada karunia Roh Kudus membuat jemaat itu teguh memegang ketentuan Tuhan dan terus melebarkan sayapnya, memberi kesaksian tentang hidup sejati menurut kehendak Allah. Jika orang Yahudi mau melihat semua pemenuhan ramalan nabi-nabi di dalam diri Yesus, mereka tidak perlu bergerak dalam ketidakpastian. Pertanyaan mereka bukanlah niat baik untuk mencari kebenaran, tetapi upaya untuk mencari kelemahan Yesus agar mereka bisa membenarkan diri.

BEBERAPA kali saya salah mengambil keputusan pastoral, yang kemudian saya sesali, karena sebelum keputusan salah itu suara hati saya membisikkan sesuatu yang berbeda. Saya mengingkari bisikan itu untuk kemudian menemukan, bahwa justru bisikan itu yang benar. Saya percaya, saya mengingkari suara Roh penuntun diri saya. Nasehat yang saya terima dari kegagalan ini adalah, tak boleh menyangkal suara Roh, sebaliknya pertajam suara hati dan kerendahan hati, sehingga sekecil apapun bisikan Roh itu, nurani yang jernih masih bisa menangkapnya. (ap)

Segarkanlah hati dan budi kami dengan penerangan Roh Kudus, ya Tuhan, agar kapanpun kami selalu berpedoman pada firman-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 87:1-3.4-5.6-7; R: 117:1a)

Ref: Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!

  1. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangun-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion daripada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.
  2. Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan tentang Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan, “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
  3. Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung, “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”
 

Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:22-30)

Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah, di Yerusalem, ketika itu musim dingin, Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Dan orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jika Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge