Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2018
  Masa Paskah Pekan 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30          

Kamis, 19 April 2018
 
  St. Leo IX, paus  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja membantu dan sungguh terlibat dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang berupaya menangkal segala bentuk radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa."
 
 
Kis 8:26-40 | Mzm 66:8-9.16-17.20 | Yoh 6:44-51

Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis (Kis 8:26-40)

Waktu Filipus di Samaria, berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah Selatan, menyusuri jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang, ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab Nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”
Filipus segera mendekat dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Kata Filipus, “Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?” Jawabnya, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: “Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya, siapakah yang akan menceritakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.” Maka kata sida-sida itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” Maka mulailah Filipus berbicara, dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
Mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di suatu tempat yang ada airnya. Lalu kata sida-sida itu, “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya jika aku dibaptis?” Sahut Filipus, “Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya, “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus, dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia menjelajah daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

 
ANDAIKATA saya ingin menyampaikan satu anjuran atau teguran atau koreksi kepada seseorang, saya banyak kali harus melihat dulu, bagaimana kondisi orang yang saya tuju. Jika ia lagi ada masalah ruwet, marah-marah, malas dan tidak bersemangat, saya mungkin harus menunda penyampaian itu andaikata tidak sangat mendesak. Sebaliknya kalau ia lagi riang, saya tidak ragu-ragu menyampaikan keinginan saya itu. Disposisi batin orang tersebut turut mempengaruhi tanggapannya. Sukacita selalu menjadikan hati seseorang ladang subur bagi kebaikan.

PEWARTAAN Filipus kepada sida-sida Etiopia itu berhasil baik, bukan semata-mata karena Filipus pandai merangkai kata-kata. Faktor utama sesungguhnya adalah disposisi batin bendahara kerajaan tersebut. Ia barus pulang dari beribadah di Yerusalem. Hatinya dipenuhi rahmat sukacita karena sudah usai menunaikan kewajiban iman tersebut. Sukacita ini membuatnya terbuka di saat Filipus bertanya tentang bacaannya, yakni Kitab Yesaya. Seorang petinggi Kerajaan Etiopia rela diajar oleh seorang musafir jalanan yang tidak ia kenal. Namun karunia rahmat membuatnya cukup rendah hati untuk menerima penjelasan Filipus. Muara dari kisah ini adalah pertemuannya dengan Yesus sendiri dalam peristiwa pembaptisannya. Kualitas iman seperti ini yang tidak ditemukan Yesus di Kapernaum, ketika Ia mengajar tentang Roti Hidup. Hati mereka terlalu dikuasai kemapanan Taurat, rasa aman dalam hidup, dan keengganan untuk mencari kebenaran. Jika mereka beriman seperti sida-sida Etiopia itu, mereka tidak perlu bimbang dengan pengajaran Yesus.

BAGAIMANA caranya menjadi murid Yesus yang setia? Jawaban yang benar ialah dengan cara terus menumbuhkan sukacita iman dalam setiap aspek kehidupan. Namun, iman itu selalu berkaitan dengan salib, dan salib itu selalu menuntut pengorbanan. Lalu, apa sukacita yang perlu kita tumbuhkan? Sukacita itu ada dalam harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Itulah alasan kita beriman. Dengan harapan itulah kita dengan rela menanggung semua salib yang diletakkan Tuhan di atas bahu kita. Mari kita menapaki jalan ziarah kita dengan tabah. (ap)

Segarkanlah hati dan budi kami dengan rahmat-Mu, ya Tuhan, agar kami selalu siap menerima curahan rahmat-Mu di jalan hidup kami. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 66:8-9.16-17.20; R: 1)

Ref: Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!

  1. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
  2. Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
  3. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku, dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.
 

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga (Yoh 6:44-51)

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, ”Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku; dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi; dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa! Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge