Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2018
  Masa Paskah Pekan 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30          

Rabu, 11 April 2018
 
  St. Stanislaus dari Krakow, uskup dan martir  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja membantu dan sungguh terlibat dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang berupaya menangkal segala bentuk radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa."
 
 
Kis 5:17-26 | Mzm 34:2-9 | Yoh 3:16-21

Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak (Kis 5: 17-26)

Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem, mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar. Kata Malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.
Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun kami temukan di dalamnya.”
Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepada mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.

 
KETIKA masih mahasiswa, saya suka berdebat di ruang kuliah atau seminar. Rasanya puas kalau bisa memenangkan perdebatan itu, membuktikan ide saya yang benar dan ide mahasiswa atau bahkan dosen itu salah. Pada satu sisi, debat itu mengasah daya nalar dan kemampuan berpikir logis, namun pada sisi lain, karena kengototan itu, saya dinilai arogan oleh banyak teman dan dosen. Akibatnya saya tidak disukai oleh sejumlah orang, dan agak dijauhi dalam pergaulan. Pembimbing rohaniku melihatnya sebagai pelajaran bagiku. Kebenaran harus disampaikan dengan baik, tak menyakitkan, agar bisa diterima. Ia benar.

DIALOG Yesus dan Nikodemus menampilkan tema hukuman atas orang yang menolak terang. Yesus mengatakan, bahwa hukuman itu bukan soal siksaan badan atau jiwa yang dilakukan seseorang atau Tuhan terhadap orang yang bersalah. Hukuman itu terjadi ketika orang menemukan dirinya berada di luar terang, sehingga ia sepenuhnya berada di bawah kuasa kegelapan. Kegelapan akan memanfaatkan orang tersebut untuk mewujudkan rencananya, sehingga orang yang menolak terang menjadi alat kegelapan. Inilah sesungguhnya hukuman yang diterima oleh Imam Besar di Yerusalem dan para pengikutnya dari kalangan Saduki. Mereka iri hati atas keberhasilan para rasul, karena itu mereka menganiaya murid Kristus tersebut. Satu kesalahan membawa kesalahan lain. Maka hakekat hukumannya ialah tidak menyadari diri dikuasai oleh dan menjadi alat kegelapan yang menjerat jiwa sesama.

KERINDUAN terbesar kita ialah masuk ke dalam Kerajaan Abadi, tempat Kristus menerima semua orang beriman. Kita tidak ingin menjadi orang terhukum karena menolak terang. Karena itu kita membangun iman kepada Kristus yang menyelamatkan. Namun pada sisi lain, sebagai orang Kristiani tidak tepat kita menghukum orang yang menolak terang. Kita berkewajiban untuk merangkul mereka, dan dengan rendah hati mengajak mereka masuk ke dalam persekutuan terang. Jika mereka menolak? Kita kembali berusaha sampai batas kemampuan. Tetaplah memancarkan terang Kristus walaupun dunia menolaknya, hingga selalu ada kemungkinan mereka beralih ke jalan yang benar. (ap)

Sadarkan kami, ya Kristus, untuk tidak memadamkan cahaya-Mu oleh perilaku buruk, agar selalu ada peluang sesama kami mencari-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-9; R: 7a)

Ref: Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengarkan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentarankku.
  3. Tunjukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.
 

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia (Yoh 3:16-21)

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia,tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat; membenci terang dan tidak datang kepada terang itu supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge