Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2018
  Masa Paskah Pekan 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30          

Jumat, 6 April 2018
 
  OKTAF PASKAH - St. Selestinus, paus dan pengaku iman  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja membantu dan sungguh terlibat dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang berupaya menangkal segala bentuk radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa."
 
 
Kis 4:1-12 | Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a | Yoh 21:1-14

Keselamatan hanya ada di dalam Yesus (Kis 4:1-12)

Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba- tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini, “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?’ Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, “Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati. Karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun Ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

 
MENGINGAT tugas kegembalaan itu mewajibkan diriku bertemu dan berbicara dengan banyak orang, di masa pendidikanku dulu pendamping rohaniku selalu mengingatkan kapan saat yang tepat untuk mengambil keputusan. "Keputusan harus diambil cepat dan tepat", katanya, "tetapi jangan diambil pada saat emosional, baik itu ketika lagi gembira maupun lagi marah atau sedih. Di saat-saat ini nalar tidak bekerja baik. Sebaiknya tunda sebentar, tarik diri sejenak, refleksi lagi lalu putuskan secara bertanggung jawab." Hingga hari ini nasehat tersebut masih tetap relevan dan sangat membantu di dalam situasi seperti ini.

PENGALAMAN tentang wafat dan kebangkitan Yesus itu terlalu menguras emosi para rasul. Ketika Yesus wafat, mereka semua sedih, terpukul dan kehilangan arah hidup. Namun kebangkitan Yesus dan penampakan diri-Nya beberapa kali itu juga sangat mengguncang. Terlalu istimewa, sulit dipercaya. Maka ketika para murid kembali ke Galilea, tanpa sadar mereka memilih langkah yang tepat untuk menenangkan diri. Di Galilea mereka tidak perlu takut dengan orang-orang Farisi, ahli Taurat dan para imam. Itu lingkungan mereka. Di danau Galilea, mereka kembali ke pekerjaan asli mereka, yakni menjala ikan. Itu proses relaksasi batin yang baik. Ketika batin mereka sudah tenang, Yesus datang untuk mengingatkan mereka tentang hakekat panggilan dan perutusan. "Itu Tuhan!", kata Yohanes. tanpa ragu-ragu. Spontanitas ini tak muncul di Yerusalem karena mereka di bawah tekanan. Kini iman itu mulai pulih berkat sukacita.

MENDALAMI pengalaman para murid ini, kita pun didorong untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk memulihkan kualitas iman sesudah kegoncangan. Dari kacamata spiritualitas, langkah itu adalah refleksi dan meditasi. Kita perlu menarik diri sejenak dari keriuhan hidup setiap hari, memberi waktu dan tempat yang hening, hanya bersama Tuhan, dalam keheningan doa, refleksi dan meditasi. Kita merenungkan kembali jalan hidup kita, hakekat panggilan, kehendak Tuhan atas diri kita, perwujudan yang sudah kita lakukan, keberhasilan dan kegagalan. Refleksi yang baik akan smemberi kekuatan untuk terus berkarya. (ap)

Di saat kami begitu terbebani dengan tugas dan tanggung jawab kami, ya Tuhan, ingatkanlah kami untuk kembali merenung bersama Engkau. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 118:1-2.22-27a; R: 22)

Ref: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”
  2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi pada pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!
  3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
 

Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan (Yoh 21:1-14)

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, ”Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalanmu di sebelah kanan perahu, makan akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
 
Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu angkat itu.” Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar, seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau” sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah ia bangkit dari antara orang mati.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge