Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2018
  Masa Paskah Pekan 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30          

Jumat, 13 April 2018
 
  St. Margareta dari Metola, pengaku iman  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja membantu dan sungguh terlibat dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang berupaya menangkal segala bentuk radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa."
 
 
Kis 5:34-42 | Mzm 27:1.4.13-14 | Yoh 6:1-15

Para rasul bergembita karena mereka dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Yesus (Kis 5:34-42)

Pada waktu itu para rasul sedang diperiksa oleh Mahkamah Agama Yahudi. Maka seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta supaya para rasul itu disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang, “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul Si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa, dan ia mempunyai kira-kira empat ratus pengikut; tetapi ia dibunuh, lalu cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah Si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima. Sesudah itu para rasul dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah umat dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

 
KETIKA suatu kejahatan dilakukan, banyak orang menutup mata dan telinga karena takut terkena akibat peristiwa tersebut. Tapi di tengah banyak orang ada satu dua orang yang berani bertindak melawan arus dan menegakkan kebenaran. Bisa jadi karena ia sendiri, upaya itu gagal. Tetapi bukan tidak mungkin keberanian itu mendorong banyak orang bertindak. Inisiatip satu pribadi mempengaruhi banyak orang. Kebaikan yang kelihatannya tak mungkin sekarang menjadi mungkin dan membawa sukacita.

GAMALIEL membela para rasul, bukan karena ia percaya pada Kristus, tetapi karena ia berpegang pada kebenaran. Dalam diri Gamaliel Roh Tuhan menyatakan kebenaran yang seharusnya dipahami oleh Makhamah Agama. Sikap mereka terhadap para murid Yesus bukan sikap yang benar, tetapi karena kedengkian. Tak ada catatan apa yang terjadi dengan Gamaliel, tetapi yang pasti para murid bersukacita karena boleh menderita karena nama Yesus. Jika semasa hidup mereka menikmati sukacita berkat karunia mujizat, seperti perbanyakan roti, kini mereka menerima bersukacita karena salib. Kemartiran mulai menampakkan wajahnya. Di kemudian hari kemartiran sangat berpengaruh bagi pengembangan Kerajaan Allah.

KARUNIA Tuhan itu mencakupi semua aspek kehidupan, membawa kabar keselamatan dalam setiap peristiwa hidup, dalam suka dan duka, dalam untung dan malang. Jika salib dan penderitaan pun berbicara tentang sukacita keselamatan, betapa lebih lagi jika kita renungkan dalam sukacita dan kebahagiaan. Karena itu yang menentukan di sini adalah cara pandang yang kita miliki. Jika hati kita dipenuhi oleh semangat pelayanan, semua karunia itu akan diterima sebagai garis hidup sebagai orang beriman. (ap)

Gugahlah hati kami, ya Tuhan, agar kami selalu menemukan mutiara sukacita dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kami. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1.4.13-14; R: lh.4ab)

Ref: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, diam di rumah Tuhan seumur hidupku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.
 

Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ, sebanyak mereka kehendaki (Yoh 6:1-15)

Pada waktu itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya. Berkatalah Ia kepada Filipus, “Di manakah kita akan membeli roti, sehingga mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya, “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya, “Di sini ada seorang anak, yang membawa lima roti jelai dan mempunyai dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus, “Suruhlah orang-orang itu duduk!”
 
Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan Yesus mereka berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia!” Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge