Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
==
April 2018
  Masa Paskah Pekan 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30          

Senin, 16 April 2018
 
  St. Bernadette, saksi penampakan Maria di Lourdes  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja membantu dan sungguh terlibat dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang berupaya menangkal segala bentuk radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa."
 
 
Kis 6:8-15 | Mzm 119:23-24.26-27.29-30 | Yoh 6:22-29

Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh yang mendorong dia berbicara (Kis 6:8-15)

Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari Jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. Anggota-anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. Mereka datang bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; maka mereka menyergap Stefanus, lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama. Lalu mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat. Sebab kami telah mendengar dia mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merobohkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

 
MENGAPA engkau ada di sini? Apa yang engkau cari? Pertanyaan menantang ini disampaikan oleh Magsiter Novis, P. Andreas Mua, SVD, almahrum, pada ratio (wawancara pribadi) pertama di masa novisat dulu. Pertanyaan itu tidak hanya ditujukan kepada diriku tetapi juga kepada semua novis. Karena masih muda, pertanyaan itu membawa kegoncangan tetapi juga pendalaman. Bertahun-tahun kemudian, saya memahami, bahwa pertanyaan itu untuk menumbuhkan kesadaran, bahwa saya harus mempunyai nilai utama orientasi hidup. Nilai inilah yang akan mempengaruhi semua tingkah laku dan tutur kataku, langkah apa yang akan saya pilih dan keputusan mana yang hendak saya ambil.

BERBAGAI alasan melatarbelakangi keputusan orang mengikuti Kristus. Latar belakang itu menentukan bagaimana sikapnya kepada dunia dan manusia, terhadap aneka hadangan di depan matanya. Stefanus tidak takut berhadapan dengan Makhamah Agama walaupun ia tahu nyawanya terancam. Tetapi karena iman kepada Kristus jauh lebih kuat daripada ketakutan, ia tidak segan menyatakannya. Sikap yang demikian belum nampak dalam diri orang-orang yang mencari Tuhan sesudah peristiwa perbanyakan roti. Mereka mencari Tuhan untuk keuntungan sesaat, yakni dapat makanan secara gratis. Maka Yesus mengingatkan mereka untuk mengubah orientasi hidup, dari bekerja untuk hidup jasmani ke bekerja untuk keselamatan jiwa. Tanpa perubahan itu mereka tak akan sanggup menghadapi perlawanan dunia. Stefanus berani karena ia mengalahkan kehendaknya sendiri dan menggantikannya dengan kehendak Kristus.

ORIENTASI iman ini bukan perkara sepele, karena dunia yang penuh dengan ketamakan akan tetap berusaha menghancurkan iman sekecil apapun. Iman yang benar potensial mengganggu kemapanan dunia. Karena itu, umat Kristiani perlu memperkuat diri dengan menemukan motivasi yang benar dalam perkara iman. Motivasi itu adalah keselamatan kekal dalam diri Yesus melalui salib dan kebangkitan. Sadar akan pencapaian akhir, kita lebih mampu memeluk salib dan memikulnya dengan sukarela. Kristus menyertai umat yang menyadari hakekat imannya ini. (ap)

Berikanlah kami kesadaran baru, ya Yesus, untuk terus memurnikan alasan kami mengimani Engkau, salib dan kebangkitan-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:23-24.26-27.29-30; R: 1b)

Ref: Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  1. Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
  2. Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku; ajarkanlah ketatapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
  3. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran dan menempatkan hukum-hukum-Mu dihadapanku.
 

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal (Yoh 6:22-29)

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokkan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang danau Tiberias, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain yang dipakai murid-murid Yesus. Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias ke dekat tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab,”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan materai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge