Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 26
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Jumat, 30 September 2016
  St. Hironimus, uskup dan pujangga gereja
 

IA TELAH MENERIMA SEGALA YANG BURUK, SEKARANG IA MENIKMATI GANJARAN SUKACITA KEKAL DI PANGKUAN ABRAHAM

 
 
 
Ayb 38:1.12-21; 39:36-38 | Mzm 139:1-3.7-10.13-14 | Luk 10:13-16

Pernahkah engkau menyuruh dinihari datang? Pernahkah engkaku turun sampai ke sumber laut? (Ayb 38:1.12-21; 39:36-38)

Tuhan berbicara kepada Ayub dari dalam badai, “Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh dinihari datang, atau pernahkah fajar kautunjukkan tempatnya untuk memegang bumi pada ujung-ujungnya, sehingga orang-orang fasik dikebaskan daripadanya, yakni tatkala fajar mengubah bumi menjadi seperti tanah liat yang dimeteraikan, dan mewarnainya seperti orang mewarnai kain? Tatkala orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengannya yang teracung? Pernahkah engkau turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan menyusuri dasar samudera raya? Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat? Tahukah engkau luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu! Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan, sehingga engkau dapat mengantarnya pulang dan mengetahui jalan menuju rumahnya? Tentulah engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau sudah lahir, dan jumlah harimu telah banyak!”
Lalu Ayub menjawab kepada Tuhan, “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina. Jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tidak akan kuulangi; dua kali aku berkata, tidak akan kulanjutkan.”

 

KOTA-KOTA di seputar Danau Galilea mendapat karunia khusus, karena di sanalah Yesus banyak berkarya membangun umat Allah. Yesus tidak membangun pusat karyaNya di Nazaret, kota asalnya, sebuah kota pegunungan, melainkan Kapernaum, kota pinggir danau. Ingatan kita mudah terbawa ke kata-kata Yesus sendiri, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya” (Mat 13:57). Sejumlah murid Yesus berasal dari kawasan itu, dari keluarga-keluarga nelayan, seperti Yohanes dan Yakobus, Petrus, Andreas dan Natanael, dan sebagainya. Dengan kata lain, kota-kota itu memberi harapan bagi karya Yesus. Walaupun demikian, kota-kota pilihan tersebut juga tidak banyak berbeda dari kota asal Yesus. Banyak karya besar dilakukan, namun hati orang-orang tidak berubah. Maka Yesus mengecam penduduk kota tersebut yang menyia-nyiakan kesempatan mengenal Tuhan dan memahami terpenuhinya janji keselamatan yang telah diwahyukan Tuhan kepada leluhur mereka. Jika mereka tidak serius menanggapi kehendak Tuhan, mereka akan bernasib sama seperti orang-orang yang tidak pernah mengenal Tuhan.

Sebagai orang beriman, sesungguhnya kita mendapat karunia khusus karena kita boleh mengenal Tuhan lebih banyak daripada orang-orang lain. Kita memiliki firmanNya, kita menerima anugerah-anugerah sakramenNya, kita memiliki persekutuan umat Allah sebagai tanda kehadiran KerajaanNya di dunia, dan aneka macam karunia lainnya. Semua itu dengan seharusnya menjadikan kita pejuang garis depan di dalam menegakkan panji-panji Kerajaan Allah, agar dunia melihat harapan akan keselamatan yang diwahyukan Tuhan. Apakah umat Kristiani memanfaatkan karunia tersebut, ataukah kita juga akan menjadi sama seperti orang-orang di seputar Danau Galilea? (ap)

Tuhan Yesus Kristus, hancukanlah keraguan di dalam hati kami, agar kami tak menunda-nunda pelayanan yang Kauberikan kami. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 139: 1-3.7-10.13-14b; R: 24)

Ref: Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.

  1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
  2. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
  3. Jika aku terbang dengan sayap fajar dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
  4. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
 

Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku (Luk 10:13-16)

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge