Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 26
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Rabu, 28 September 2016
   
 

IA TELAH MENERIMA SEGALA YANG BURUK, SEKARANG IA MENIKMATI GANJARAN SUKACITA KEKAL DI PANGKUAN ABRAHAM

 
 
 
Ayb 9:1-12.14-16 | Mzm 88:10b-15 | Luk 9:57-62

Masakan manusia benar di hadapan Allah (Ayb 9:1-12.14-16)

Ayub berkata kepada Bildad sahabatnya, “Sungguh, aku tahu, bahwa beginilah adanya. Masakan manusia benar di hadapan Allah? Jika ia ingin beperkara dengan Allah, satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya. Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat bersikeras melawan Dia dan tetap selamat? Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang, yang menjungkirbalikkannya dalam murka-Nya. Ia menggeser bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang. Ia memberi perintah kepada matahari sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai. Seorang diri Ia membentangkan langit dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut. Ia menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan. Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan tegar yang terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak. Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak tahu. Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya, ‘Apa yang Kau lakukan?’ Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia, dan memilih kata-kata di hadapan Dia? Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasih kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengar suaraku.”

 

TEMANKU Martin itu seorang yang sebetulnya suka menolong orang lain. Haya saya agak heran dengan kebiasaannya berdalih, setiap kali orang meminta bantuannya. Yang menariknya, sesudah beberapa kali mencari alasan, ia toh akhirnya dengan serius menolong orang lain. Sekali waktu saya bertanya, mengapa ia selalu berdalih ketika saya atau teman-teman lain meminta pertolongannya. Ia berkata, bahwa ia hanya berdalih kalau jenis pertolongan yang diminta itu sederhana dan bisa dilakukan oleh orang lain. Sesudah saya perhatikan, ternyata benar. Tapi saya tetap mengingat- kan dirinya, bahwa lebih baik tidak berdalih, karena dengan itu ia memberi kepastian kepada orang yang membutuhkan bantuannya.

Karisma Yesus jelas menarik perhatian dan minat banyak orang, sehingga mereka memutuskan untuk mengikutinya. Ada yang langsung meninggal- kan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus. Yang lain sesudah beberapa kali melewati kebersamaan. Yang lain berdalih mencari-cari alasan untuk tidak mengkuti Dia. Bagi kelompok terakhir, mengikuti Yesus hanya dilihat sebagai sebuah trend semata-mata, mungkin karena desakan teman, atau karena lagi populer. Orang yang suka berdalih jelas bukan orang yang bisa diandalkan Yesus, maka Yesus memberi peringatan ini, "Biarkanlah orang mati menguburkan orang mati, tetapi engkau, pergilah dan wartakanlah Kerajaan Allah." Kalau orang terus berdalih, ia akan kehilangan minatnya dan peluang untuk menjadi utusan Tuhan.

Kebiasaan berdalih ini tidak hanya terjadi di lingkungan para murid Yesus. Di masa sekarang pun orang-orang bisa berdalih. Kehidupan umat beriman menuntut partisipasi serius dari setiap anggota. Ada yang melayani dengan tulus hati dan penuh sukacita, yang lain melayani karena terpaksa, yang lain lagi selalu berusaha untuk tidak melayani. Ada yang beralasan repot karena urusan bisnis, yang lain karena aktip di organisasi kemasyarakatan, yang lain hanya karena tidak mau repot. Seorang murid sejati Kristus harus bisa menyiapkan waktu khusus untuk melayani. Itulah nilai tambah yang diraih karena cinta kepadaNya. Tanpa itu, pelayanan hanya kewajiban yang tidak bermakna. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, hancukanlah keraguan di dalam hati kami, agar kami tak menunda-nunda pelayanan yang Kauberikan kami. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 88:10b-15; R: 3a)

Ref: Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.

  1. Aku telah berseru kepada-Mu, ya Tuhan, sepanjang hari, aku telah mengulurkan tanganku kepada-Mu. Adakah Engkau melakukan keajaiban di hadapan orang-orang mati? Masakan jenazah mereka bangkit untuk bersyukur kepada-Mu?
  2. Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan? Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri kealpaan?
  3. Tetapi aku ini, ya Tuhan, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang kehadapan-Mu. Mengapa, ya Tuhan, Kaubuang aku? Mengapa Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?
 

Aku akan mengikuti Engkau kek mana pun Engkau pergi (Luk 9:57-62)

Sekali peristiwa, ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau, ke mana pun Engkau pergi.” Yesus menjawab , “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutilah Aku.” Berkatalah orang itu, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati, tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaaan Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge