Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 23
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Jumat, 9 September 2016
   
 

BARANGSIAPA DI ANTARA KAMU YANG TIDAK MELEPASKAH DIRI DARI SEGALA MILIKNYA
TIDAK DAPAT MENJADI MURIDKU

 
 
 
1 Kor 9:16-19.22b-27 | Mzm 84:3-6.12 | Luk 6:39-42

Bagi semua orang, aku menjadi segala-galanya, untuk menyelamatkan mereka semua (1 Kor 9:16-19.22b-27)

Saudara-saudara, memberitakan Injil bukanlah suatu alasan bagiku untuk memegahkan diri. Sebab bagiku itu suatu keharusan. Celakalah aku bila aku tidak memberitakan Injil. Andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, maka pemberitaan itu adalah tugas penyelengaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Sebab sekalipun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku dapat memenangkan orang sebanyak mungkin. Bagi semua orang, aku menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin memenangkan beberapa orang di antaramu. Segala-galanya itu kulakukan demi Injil, agar aku mendapat bagian di dalamnya. Tidak tahukah kalian, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kalian memperolehnya. Tiap-tiap orang yang mengikuti pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita, untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku berlari bukan tanpa tujuan, dan aku bertinju bukan dengan memukul secara sembarangan. Sebaliknya aku melatih dan menguasai tubuhku sepenuhnya, jangan sampai aku sendiri ditolak sesudah memberitakan Injil kepada orang lain.

 

MEMBERITAKAN Injil merupakan kewajiban hakiki yang melekat pada pribadi Kristiani. Tugas ini kita warisi dari Yesus Kristus. Dengan kata lain, seseorang tidak dapat menyebut dirinya Kristiani dan menyangkal kewajiban untuk mewartakan Injil. Dalam surat kepada umat di Korintus, Paulus bahkan berani mengatakan, “Celakalah aku bila aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor 9:16). Paulus menyadari, bahwa ia hanya dapat memperoleh kepenuhan di dalam perwujudan dirinya sebagai orang Kristiani, jika ia mempersembahkan diri bagi pewartaan Injil. Namun, apa tuntutan untuk dapat menjadi pewarta Injil sejati?

Yesus memberi batasan yang sangat sederhana dan manusiawi, tetapi menuntut perjuangan untuk dapat mewujudkannya. “Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu”, kata Yesus (Luk 6:42). Tekanan Yesus ada pada kejujuran serta kelurusan hati. Sikap munafik tidak dapat diterima. Seorang pewarta Injil sejati harus menyelami kebenaran Firman dengan hati yang jujur, agar ia diresapi oleh firman tersebut. Firman itu mengubah dirinya, sehingga ia dapat menjadi utusan Tuhan yang membawa pembaharuan.

Kita mungkin berpikir, jika demikian tidak ada orang yang layak menjadi pewarta Injil. Tidak! Tuhan tetap memanggil manusia lemah untuk menjadi utusanNya. Tuhan tidak menuntut kita mesti sempurna, tetapi Ia menuntut kita melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita. Inilah yang perlu kita penuhi, karena dua talenta itu hanya diminta menjadi empat talenta (Mat 25:2), dan dengan itu kita sudah layak menjadi hambaNya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu menyadari tanggung jawab kami untuk mewartakan Injil-Mu kepada bangsa-bangsa. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 84:3-6.12; R: 2)

Ref: Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu ya Tuhan semesta alam!

  1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
  2. Bahkan burung pipit mendapat tempat, dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
  3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu. Yang bertolak dengan penuh gairah.
  4. Sebab Tuhan Allah adalah benteng dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan-Nya dari orang yang hidup tidak bercela.
 

Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta? (Luk 6:39-42)

Pada suatu ketika Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya, akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, “Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu,’ padahal balok dalam matamu tidak kaulihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge