Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 24
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Kamis, 15 September 2016
  St. Maria, Bunda Berdukacita
 

LEBIH BESAR SUKACITA KARENA SEORANG BERDOSA BERTOBAT DARIPADA ORANG SUCI YANG TIDAK PERLU BERTOBAT

 
 
 
Ibr 5:7-9 | Mzm 31:2-6.15-16 | Yoh 19:25-27

Kristus telah belajar menjadi taat, dan Ia menjadi pokok keselamatan abadi (Ibr 5:7-9)

Saudara-saudara, dalam hidupNya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkanNya dari maut. Dan karena kesalehanNya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi, sekalipun Anak Allah, Yesus telah belajar menjadi taat: dan ini ternyata dari apa yang telah dideritaNya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya.

 

PERJALANAN hidup manusia sering ditentukan oleh keputusan walaupun kecil, apalagi kalau keputusan itu besar dan berpengaruh, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi hidup orang lain. Ketika saya memutuskan untuk menjalani pendidikan sebagai calon imam, saya tahu sejak itu hidup saya akan berjalan menurut arahnya sendiri. Hidup keluarga saya juga akan berubah, karena mereka turut serta menanggung beban pelayanan yang saya miliki. “Saya harus berdoa lebih banyak untuk dirinya, karena mulai sekarang tantangan yang dihadapi jauh lebih banyak dan lebih berat”, kata almarhum ayah di hari tahbisanku, ketika teman-temannya menyampaikan ucapan selamat berbahagia kepadanya. Yang dikatakan ayahku itu benar, karena di dalam krisis, dukungan tanpa pamrih keluarga sangat berarti dan meneguhkan.

Gelar Bunda Berdukacita diberikan kepada Maria, karena ada banyak kedukaan yang ditanggungnya, sebagai buah dari keputusan menerima tawaran Tuhan, menjadi Bunda Penebus. Ia melahirkan dan membesarkan Yesus. Ia menyertainya di masa remaja dan dewasa. Ia turut menanggung penderitaan ketika dalam karyaNya Yesus ditolak oleh banyak orang. Ia pun menyertai jalan salib bersama Yesus dan menyaksikan kematiannya yang tragis di salib Golgotha. Kedukaan itu ternyata masih berlanjut, karena dari salib Yesus menyerahkannya menjadi Bunda Gereja. Sebagai Bunda Gereja, ia menyaksikan anak-anaknya yang tidak selalu setia kepada Firman Tuhan. Maka kedukaan Bunda Maria itu berlanjut, karena ia terus berdoa bagi keselamatan semua orang.

Walaupun berdukacita oleh beban dosa manusia, Maria pribadi yang tangguh di hadapan Tuhan dan manusia. Dukacita itu dijalani sebagai rahmat yang menyelamatkan banyak orang. Semangat dan kerendahan hati Bunda Maria ini yang perlu kita teladani. Kita telah memutuskan untuk menjadi murid Kristus, maka kita pun harus rela memikul salib bersama dengan sabar. Dan yang paling penting, rahmat salib itu juga perlu kita bagi kepada sesama, sekurang-kurangnya dengan cara berdoa bagi mereka, menderita bersama mereka, menghibur mereka atau melakukan aksi-aksi solidaritas yang meneguhkan mereka. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga dukacita Bunda Maria di kaki salib-Mu menguatkan kami dalam segala perjuangan hidup kami. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:2-6.15-16.20; R: 17b)

Ref: Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setiaMu.

  1. PadaMu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilanMu, sendengkanlah telingaMu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku.
  2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena namaMu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
  3. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku, sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
  4. Tetapi aku, kepadaMu, ya Tuhan, aku percaya. Aku berkata, "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tanganMu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku.
  5. Alangkah limpahnya kebaikanMu yang telah Kausimpan bagi orang yang takwa kepadaMu, yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung padaMu!
 

Inilah anakmu! Inilah ibumu! (Yoh 19:25-27)

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah ia kepada ibuNya, “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kataNya kepada muridNya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.

ATAU bacaan lain:
Suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri (Luk 2:33-35)

Ketika Maria dan Yusuf mempersembahkan Anak Yesus di Bait Suci, mereka amat heran mendengar pernyataan Simeon tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan; dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge