Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 26
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Selasa, 27 September 2016
  St. Vinsensius a Paulo, imam
 

IA TELAH MENERIMA SEGALA YANG BURUK, SEKARANG IA MENIKMATI GANJARAN SUKACITA KEKAL DI PANGKUAN ABRAHAM

 
 
 
Ayb 3:1-3.11-17.20-23 | Mzm 88:2-8 | Luk 9:51-56

Mengapa orang malang diberi terang? (Ayb 3:1-3.11-17.20-23)

Dalam kemalangannya, Ayub membuka mulut dan mengutuki hari kelahirannya, katanya, “Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku, dan malam yang mengatakan, ‘Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.’ Mengapa aku tidak mati waktu lahir? Atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? Mengapa ada pangkuan yang menerimaku? Mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? Andaikata semua itu tidak ada, aku sekarang berbaring dengan tenang. Aku tertidur dan dapat beristirahat bersama para raja dan para penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya; atau bersama para pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak. Mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang? Di sanalah orang jahat berhenti menimbulkan huru-hara; di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapatkan istirahat. Mengapa orang malang diberi terang dan orang yang pedih hati dibiarkan hidup? Mereka menantikan maut yang tak kunjung datang, mereka mengejarnya lebih daripada menggali harta terpendam. Bila mereka menemukan kubur, mereka bersukaria dan bersorak-sorai dengan gembira. Mengapa dibiarkan hidup orang yang tidak tahu mesti ke mana? Orang yang dikepung oleh Allah?”

 

PERSAINGAN antara Yerusalem dan Samaria memiliki legasi yang panjang. Rehabeam yang menjadi raja menggantikan Salomo, ayahnya, ternyata member beban yang lebih berat bagi orang-orang Israel. Maka sepuluh suku Israel, selain Yehuda dan Benyamin, menolak tunduk di bawah perintahnya. Mereka pun menobatkan Yerobeam menjadi raja, sehingga kerajaan Israel terpecah dua, yakni Israel yang terdiri dari sepuluh suku dan Yehuda yang terdiri dari dua suku. Sejak itu, Samaria yang menjadi ibukota Israel berada dalam posisi berseberangan dengan Yerusalem, ibukota Yehuda (bdk. 1 Raj 12:1-24).

Luka sejarah itu ternyata berpengaruh di jaman Yesus. Karena Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem, orang-orang Samaria menolak menerima Dia. Penolakan mendatangkan kemarahan para murid. Yohanes dan Yakobus, dua anak Zebedeus, bahkan meminta ijin menurunkan api dari langit dan membakar kota itu. Tetapi Yesus menolak, karena Dia tidak diutus untuk membinasakan orang melainkan menyelamatkannya. Konsistensi prinsip pelayanan Yesus tetap dipegang teguh. Kemarahan tidak boleh mengendalikan sebuah keputusan.

Dari kisah Injil ini kita menggali beberapa pesan. Pertama, pewartaan Sabda Tuhan selalu mendapat penolakan. Para pewarta iman harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan ini. Kedua, sebuah keputusan yang baik tak boleh didasarkan pada rasa marah, seperti yang diinginkan oleh Yakobus dan Yohanes. Orang harus bisa merenung dan menilai untung ruginya. Ketiga, Tuhan selalu berbelas kasih, termasuk kepada orang-orang berdosa yang menolaknya. Kerahiman Tuhan bisa diandalkan. Kita tak boleh takut bertobat dan kembali kepadaNya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami senantiasa bersyukur kepadaMu
baik di dalam suka maupun dalam duka yang kami alami. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 88:2-8; R: 3a)

Ref: Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.

  1. Ya Tuhan, Allah yang menyelamatkan daku, siang hari aku berseru-seru, dan pada waktu malam aku menghadap Engkau. Biarlah doaku datang kehadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku.
  2. Sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati. Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur, aku seperti orang yang tidak berkekuatan.
  3. Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur yang tidak Kau ingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.
  4. Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam. Aku tertekan oelh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku.
 

Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem (Luk 9:51-56)

Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi lalu masuk sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa lain.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge