Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 23
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Rabu, 7 September 2016
   
 

BARANGSIAPA DI ANTARA KAMU YANG TIDAK MELEPASKAH DIRI DARI SEGALA MILIKNYA
TIDAK DAPAT MENJADI MURIDKU

 
 
 
1 Kor 7:25-31 | Mzm 45:11-12.14-17 | Luk 6:20-26

Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang (1 Kor 7:25-31)

Saudara-saudara, mengenai para gadis aku tidak mendapat suatu perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercaya berkat rahmat yang telah kuterima dari Tuhan. Aku berpendapat bawa mengingat zaman darurat sekarang ini, baiklah orang tetap dalam keadaannya. Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang. Tetapi kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani, dan aku mau menghindakan kalian dari kesusahan itu. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan: Waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini: mereka yang beristri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.

 

MEMBACA ucapan bahagia Yesus versi Injil Lukas, ingatanku langsung terbawa ke peringatan Yesus kepada para murid tentang apa yang akan mereka hadapi. “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba daripada tuannya”, kata Yesus (Mat 10:24). Utusan Tuhan dari jaman Perjanjian Lama juga pernah mengalami penolakan dan peng- aniayaan. Yeremia mengeluh karena dikejar-kejar dan dianiaya (Yer 15:15) atau Amos yang diusir dari Betel (Am 7:10-15). Toh nubuat mereka kemudian menjadi rujukan banyak orang yang mencari kehendak Allah. Dalam penderitaannya mereka berbahagia karena menjadi alat Tuhan. Jika Yesus sendiri pun mengalami penolakan, umat beriman tak bisa berharap lebih. “Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan dan dicela serta ditolak”, kata Yesus (Luk 6:23).

Menderita demi iman dengan seharusnya menjadi sumber sukacita. Demikian kira-kira garis besar pesan yang ingin kita renungkan. Namun apakah pesan ini masih relevan? Sejarah gereja menunjukkan, bahwa di masa lalu, banyak orang dengan rela dan penuh sukacita menderita demi iman, karena mereka percaya, bahwa oleh korban diri mereka itu, Kerajaan Allah akan lebih berkembang dan menyentuh hati banyak orang. Adakah militansi serupa masih ada di tengah umat beriman saat ini? Tidak mudah untuk menemukannya, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba mudah dan mewah. Namun setidak-tidaknya kita masih bisa menumbuhkan kesadaran, bahwa jika kita ditolak oleh karena iman kepada Kristus, itulah sebuah konsekuensi yang harus kita terima dengan penuh cinta. Di dalam cinta, semuanya itu menumbuhkan sukacita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga penolakan-penolakan yang kami alami tidak menyurutkan langkah kami untuk terus mengabdi-Mu. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 45:11-12.14-17; R: 11a)

Ref: Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu.

  1. Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
  2. Keindahan belaka puteri raja itu, pakaiannya bersulamkan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warni ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
  3. Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para leluhurmu akan diganti oleh anak-anakmu nanti; mereka akan kau angkat menjadi pembesar di seluruh bumi. .
 

Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya (Luk 6:20-26)

Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu, karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge