Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 24
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Sabtu, 17 September 2016
   
 

LEBIH BESAR SUKACITA KARENA SEORANG BERDOSA BERTOBAT DARIPADA ORANG SUCI YANG TIDAK PERLU BERTOBAT

 
 
 
1 Kor 15:35-37.42-49 | Mzm 56:10-14 | Luk 8:4-15

Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan (1 Kor 15:35-37.42-49)

Saudara-saudara, mungkin ada orang bertanya, “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apa mereka akan datang kembali?” Hai orang bodoh! Benih yang kautaburkan tidak akan tumbuh dan hidup jika tidak mati dahulu. Dan yang kautaburkan itu bukanlah rupa tanaman yang akan tumbuh, melainkan biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. Demikian pulalah halnya dengan kebangkitan orang mati: Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti ada tertulis, “Manusia pertama, Adam, menjadi makhluk yang hidup.” Tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang, bukanlah yang rohaniah, melainkan yang alamiah; barulah kemudian yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani; manusia kedua berasal dari surga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan yang berasal dari debu tanah, dan makhluk-makhluk surgawi sama dengan Dia yang berasal dari surga. Jadi seperti kini kita mengenakan rupa dari manusia duniawi, demikian pula kita akan mengenakan rupa dari yang surgawi.

 

PERUMPAMAAN tentang benih yang ditabur disampaikan oleh Yesus untuk mengingatkan para murid, bahwa jika mereka tidak serius mendalami imannya, mereka bisa tidak turut mengambil bagian dalam keselamatan. Beriman itu ternyata sangat menuntut, berat dan sering kali menuntut pengorbanan. Banyak orang yang tidak sanggup menerima kenyataan tersebut dan memilih meninggalkannya. Benih yang ditaburkan di tanah itu harus hancur agar dapat tumbuh kehidupan baru yang membawa lebih banyak hasil. Seorang beriman harus digodok di dalam perjuangan hidup agar tetap teguh menghayati iman serta memberi hasil melimpah.

Mengapa kita harus berteguh dalam penggodokan? Santo Paulus memberi kita alasan, yakni agar kita meraih kesempatan mengalami transformasi tubuh alamiah menuju tubuh rohaniah. Setiap manusia yang hidup akan mati, eksistensinya berakhir. Namun karena iman, transformasi tubuh ke tubuh rohaniah terjadi, seperti yang dialami Kristus dalam persitiwa kebangkitan. Oleh iman akan kebangkitan, kita dituntun Kristus menuju kemuliaan, serupa seperti kemuliaan yang dimilikiNya. Inilah alasan utama mengapa kita beriman, membangun persekutuan umat Allah, dan menjalankan tugas pelayanan. Semoga buah-buah sukacita itu berguna bagi kita dan banyak orang yang mencari keselamatan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, sadarkanlah kami untuk selalu berpartisipasi dengan mempersembahkan diri kami bagi pelayanan-Mu. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 56:10-14; R: 14b)

Ref: Aku berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

  1. Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin bahwa Allah berpihak kepadaku.
  2. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji; kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi; kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
  3. Nazarku kepada-Mu ya Allah, akan kupenuhi, dan syukur akan kupersembahkan kepada-Mu. Sebab Engkau telah meluputkan daku dari maut, dan menjaga kakiku sehingga tidak tersandung; sehingga aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
 

Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam ketekunan (Luk 8:4-15)

Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, “Ada seorang penabur keluar menaburkan benih. Waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung di udara sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu dan tumbuh sebentar, lalu layu karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, sehingga terhimpit sampai mati oleh semak-semak yang tumbuh bersama-sama. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat.” Sesudah itu Yesus berseru, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu. Benih itu ialah Sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang, yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira tetapi mereka tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar saja dan dalam masa percoban mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri, ialah orang yang mendengar sabda itu dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge