Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2016
  MASA BIASA PEKAN 25
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 1
  Senin, 19 September 2016
   
 

SESEORANG TAK DAPAT MENGABDI DUA TUAN, KARENA IA AKAN MENGASIHI YANG SATU DAN MEMBENCI YANG LAINNYA

 
 
 
Ams 3:27-34 | Mzm 15:2-5 | Luk 8:16-18

Orang yang sesat adalah hojatan bagi Tuhan (Ams 3:27-34)

Anakku, janganlah menahan kebaikan terhadap orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu, “Pergilah dan kembalilah, esok akan kuberi,” sedangkan yang dia minta ada padamu. Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tanpa curiga tinggal bersamamu. Janganlah bertengkar secara semena-mena dengan seseorang yang tidak berbuat jahat terhadapmu. Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari cara hidupnya. Sebab orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi dengan orang jujur Tuhan bergaul erat. Kutuk Tuhan ada di dalam rumah orang jahat, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. Berhadapan dengan pencemooh, Tuhan pun mencemoohkan, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.

 

MENGHORMATI Tuhan, di mata kaum beriman, merupakan sebuah kewajiban, sumber kekuatan, inspirasi dan sukacita. Di mata kaum tak beriman, semua praktek keagamaan adalah pemborosan waktu, energi, dana dan kreativitas, bahkan pembodohan sistematis, karena iman dianggap menghalangi kreativitas dan kebebasan berpikir manusia. Perbuatan mereka ini sering dinilai sebagai penghojatan atas diri Tuhan. Namun, apakah sungguh orang beriman tidak pernah menghojat Tuhan.

Penulis Kitab Amsal dengan jelas menyatakan, bahwa orang beriman pun dapat menghojat Tuhan, ketika ia menyimpang dari jalan kebenaran, memperlakukan sesama manusia secara tidak adil dan mengingkari hak- hak mereka; bersikap dendam dan penuh iri hati, dan sebagainya. Orang- orang yang bersikap demikian sama dengan orang yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang. Kewajiban pokok ialah mewartakan keselamatan yang datang dari Tuhan, agar orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan menjadi percaya. Namun banyak orang mengabaikan kewajibannya ini. Jika didalami secara serius, inilah wujud penghojatan yang lebih serius, karena kita menerima rahmat Tuhan tetapi menolak menjadi agen rahmat itu bagi sesama manusia.

Memandang peranan kita masing-masing di dalam komunitas Kristiani, mari kita berusaha untuk mewujudkannya dengan baik. Jadilah pengusaha yang baik, politisi yang bermoral, pejabat yang memihak rakyat kecil, pedagang yang murah hati, rakyat yang menghormati kebersamaan, dan seterusnya. Secara tidak langsung kita menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, menghormati Dia yang menjadi asal segala sesuatu. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga iman yang telah menyinari kami akan mendorong kami menjadi terang bagi jalan sesama kami. Amin!

(c) bbss 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 15:2-5; R: 1b)

Ref: Tuhan, siapa boleh diam di gunung-Mu yang kudus?

  1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
  2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya, yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa, yang berpegang pada sumpah walaupun rugi.
  3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
 

Pelita ditempatkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya (Luk 8:16-18)

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar. Karena barangsiapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya, akan diambil.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge