Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 17
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Jumat, 29 Juli 2016
  St. Marta
 

MINTALAH, MAKA KAMU AKAN DIBERI, SEBAB
BAPA SURGAWI MEMBERIKAN ROH KUDUS KEPADA SIAPAPUN YANG MEMINTANYA

 
 
 
Yer 26:1-9 | Mzm 69:5.8-10.14 | Yoh 11:19-27

Seluruh rakyat berkumpul menghadap Tuhan (Yer 26:1-9)

Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, putera Yosia, raja Yehuda, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Berdirilah di pelataran rumah Tuhan dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah Tuhan, segala sabda yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun! Mungkin mereka mau mendengarkan, dan masing-masing mau berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, sehingga Aku menyesal dan mencabut kembali malapetaka yang Kucanangkan terhadap mereka karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.’ Maka katakanlah kepada mereka. ‘Beginilah sabda Tuhan: Jika kalian tidak mau mendengarkan Daku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku, yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu tetapi kalian tidak mau mendengarkan, maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.”
Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah Tuhan. Sesudah Yeremia selesai mengatakan segala yang diperintahkan Tuhan untuk dikatakan kepada seluruh rakyat, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata, “Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama Tuhan dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah Tuhan.

 

PERKEMBANGAN luar biasa kita temukan di dalam ziarah iman yang dijalani oleh Marta, saudari Lazarus dan Maria. Dalam pertemuan dengan Yesus sebelumnya, Marta diperingatkan oleh Yesus agar tidak semata- mata memusatkan perhatian pada perkara-perkara duniawi (Luk 10:40-41), dan dengan seharusnya memilih yang terbaik seperti Maria (Luk 10:42). Kritikan Yesus ini pasti disampaikan dalam suasana kekeluargaan dan persahabatan, namun membawa perubahan. Perubahan itu terlihat jelas di saat sulit. Ketika Maria tenggelam di dalam duka karena kematian Lazarus, Marta justru menyatakan imannya kepada Yesus. "Aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah", kata Marta. Iman itulah yang telah mengubah keadaan. Lazarus dibangkitkan dan sukacita kembali bertahta di dalam keluarga Betania tersebut.

Perjalanan ziarah iman Marta dapat dilukiskan sebagai berikut. Ia mulai dengan mengenal Yesus bersama keluarganya, membina keakraban yang mendalam, namun masih terbatas pada konsep manusiawi belaka. Ia lebih memperhatikan kebutuhan manusiawi, namun Yesus memberi pencerahan melalui teguran. Pencerahan itu menghantarnya ke iman yang mendalam, yang mengenal Yesus lebih dari sekedar seorang sahabat, melainkan Sang Mesias yang dijanjikan Tuhan. Di sini iman Marta mencapai puncaknya. Marta adalah pribadi lemah yang tercerahkan berkat kerelaannya untuk belajar dari kesalahan.

Pada peringatan Santa Marta, kita semua diajak untuk mendalami apa rencana Tuhan atas diri kita. Tuhan tidak menuntut kita menjadi sempurna saat ini, tetapi Ia menuntut kerelaan kita untuk belajar dari kekurangan kita. Seperti Marta yang belajar dari kesalahan manusiawi menuju pencerahan iman, kita pun perlu dengan rendah hati menerima pembaharuan Kristus yang menuntut pertobatan. Untuk itu kita perlu belajar mendengar, rendah hati menerima kritikan, dan dengan sukarela membaharui diri. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak melekatkan diri pada hal-hal duniawi melainkan pada Engkau, kebangkitan dan hidup. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 69:5.8-10.14; R: 14c)

Ref: Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan.

  1. Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak daripada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa mengembalikan apa yang tidak kurampas.
  2. Sebab karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  3. Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!
 

Aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah (Yoh 11:19-27)

Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria, untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya, tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya, "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus, "Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun sudah mati, dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta, "Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge