Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 16
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Senin, 18 Juli 2016
   
 

HANYA SATU PERKARA YANG PERLU, DAN
MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK YANG TAK AKAN DIAMBIL DARI PADANYA

 
 
 
Mi 6:1-4.6-8 | Mzm 50:5-6.8-9.16bc.17.21.23 | Mat 12:38-42

Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu, apa yang dituntut Tuhan daripadamu (Mi 6:1-4. 6-8)

Dengarkanlah sabda yang diucapkan Tuhan, “Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu. Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan Tuhan; dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab Tuhan mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel. ‘Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan terhadapmu? Dengan apakah engkau telah Kususahkan? Jawablah Aku! Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari Mesir dan telah membebaskan dikau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa, Harun serta Miryam sebagai penganjurmu?’ Dengan apa aku akan pergi menghadap Tuhan? Dengan apa aku pergi menyembah Allah di tempat tinggi? Dapatkah aku menghadap Dia dengan membawa korban bakaran, anak lembu berumur setahun? Berkenankah Tuhan akan ribuan domba jantan, akan puluhan ribu curahan minyak? Apakah aku akan mempersembahkan anak sulungku karena pelanggaranku? Akan kupersembahkan buah kandunganku karena dosaku sendiri? Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Apa yang dituntut Tuhan daripadamu? Tak lain dan tak bukan ialah berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”

 

PENGALAMAN yang tidak mengenakkan terjadi ketika saya menyadari, bahwa saya tidak lagi dipercayai oleh beberapa rekan kerja saya. Di masa lalu memang saya pernah melakukan kesalahan serius yang sampai hari ini masih sangat berpengaruh pada kehidupan saya. Berbekal pertobatan dan pembaharuan diri, saya mencoba membangun jejaring baru untuk kembali ke dalam pelayanan misioner. Namun selalu ada celah yang entah muncul dari mana, membawa serta pengalaman masa lalu tersebut, yang pada gilirannya mempengaruhi rekan-rekan kerja saya saat ini, yang sebetulnya sama sekali tak ada hubungan dengan kesalahan masa lalu itu. Ternyata, akibat dosa itu tetap membuntuti.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu datang kepada Yesus meminta satu tanda. Permintaan itu mungkin merupakan hak khusus mereka selaku pengajar iman, sebagai langkah konfirmasi, apakah Yesus itu sungguh seorang guru yang benar, atau sebatas nabi palsu yang bisa muncul dari mana saja. Namun Yesus memandang pertanyaan itu bukan sebagai jalan menemukan kebenaran, tetapi mencerminkan kesombongan diri sebagai orang yang "dituakan" dan didengar oleh banyak orang. Andaikata mereka betul memiliki kepekaan rohani, haruslah mereka bisa menilai, siapa Yesus sebenarnya, dan tak perlu mengajukan permohonan tersebut. Maka Yesus pun menutup pintu dialog dan memaksa mereka merenung lebih dalam lagi, dengan merujuk ke sejumlah kisah Perjanjian Lama.

Dalam perkara iman, kita percaya, bahwa ketika Tuhan sudah mengampuni dosa, dosa itu diampuni. Tetapi jika orang tetap membiarkan diri dibuai oleh akibat dosa di masa lalu tersebut, orang itu justru menjerat diri ke dosa baru, yakni tidak menghargai pengampunan dari Tuhan. Sikap ini akan turut mempengaruhi pandangan dan penilaian kita terhadap orang lain, sehingga kita tidak cukup peka menilai sesama manusia. Kesombongan akibat tidak peka tersebut membuat kita semakin merendahkan sesama dan proses perjuangan mereka membangun diri menjadi lebih baik. Tanda terbaik ialah iman kepada Kristus tanpa syarat apapun. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, tobatkanlah kami dari rasa puas diri dan ajarilah kami bersikap rendah hati dan menghargai sesama kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:5-6.8-9.16bc.17.21.23; R: 23b)

Ref: Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  1. “Bawalah ke mari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Daku, perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!” Maka langit memberitakan keadilan-Nya: Allah sendirilah Hakim!
  2. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu, atau kambing jantan dari kandangmu!
  3. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran dan mengesampingkan firman-Ku
  4. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apaka kau kira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin beperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.”
 

Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini (Mat 12:38-42)

Sekali peristiwa beberapa ahli dan orang Farisi berkata kepada Yesus, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Jawab Yesus kepada mereka, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian pula Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus; dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus! Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu itu datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge