Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 17
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Senin, 25 Juli 2016
  Pesta St. Yakobus, rasul
 

MINTALAH, MAKA KAMU AKAN DIBERI, SEBAB
BAPA SURGAWI MEMBERIKAN ROH KUDUS KEPADA SIAPAPUN YANG MEMINTANYA

 
 
 
2 Kor 4:7-15 | Mzm 126:1-6 | Mat 20:20-28

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami (2 Kor 4:7-15)

Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal namun tidak putus asa; kami dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini terus menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, "Aku percaya, sebab itu aku berbicara." Karena kami pun percaya, bahwa kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadiratNya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.

 

KETIKA Yesus mendengarkan permintaan ibu anak-anak Zebedeus, Yesus tahu, bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta. "Sanggupkah kalian minum dari piala yang Aku minum?" tanya Yesus. "Kami sanggup", jawab mereka. Mereka tidak paham arti piala Yesus. Namun pengajaran Yesus telah meresap di dalam hati mereka, ketika mereka mengambil alih tugas pewartaan Sabda ke umat manusia. Yakobus bahkan menjadi martir generasi awal, ketika ia dibunuh atas perintah Herodes (bdk. Kis 12:2). Ketika mereka menyatakan kesanggupan minum dari piala Yesus, mereka belum mengerti makna itu. Namun ketika menyaksikan salib Yesus, mereka mengerti arti piala Yesus, yang tak lain dari pada penderitaan salib demi keselamatan manusia. Maka Yakobus pun akhirnya membuktikan diri sungguh-sungguh sanggup minum dari piala Yesus, ketika ia menemui akhir hayatnya lewat darah kemartiran.

Apa yang istimewa dari piala salib itu, sehingga Yakobus menerimanya dengan rela? Santo Paulus menekankan, bahwa kebajikan utama buah piala salib ialah kebangkitan. Yesus telah membuktikan, bahwa salib itu tidak menghancurkan eksistensi manusia, tetapi justru memurnikannya dan menghantarnya menuju kebangkitan, di mana hakekat manusia meraih kesempurnaannya. Kemartiran tidak hanya menjadi rahmat bagi si martir, tetapi juga menjadi berkat bagi umat Allah, karena mereka didorong untuk selalu berharap pada keselamatan yang datang dari Kristus. Jika kebangkitan merupakan buah dari salib, tak ada alasan bagi orang Kristiani untuk takut menghadapi penolakan. Di balik awan hitam selalu ada langit biru, di balik salib selalu ada kebangkitan.

Pada pesta Santo Yakobus, rasul, kita diajak untuk berdoa bagi Gereja Tuhan, yang di masa modern ini justru menghadapi penganiayaan. Selain ada penganiayaan fisik, seperti pembunuhan dan pengusiran orang-orang Kristiani, ada juga penganiayaan ideologis. Kampanye-kampanye kaum sekular secara langsung menyerang ajaran iman Kristiani. Ada undang- undang yang secara langsung menohok inti ajaran iman, seperti legalisasi perkawinan sejenis, dan sebagainya. Ini merupakan piala Kristus yang harus kita minum saat ini. Baiklah kita mengingat kata- kata Yesus kepada keluarga Zebedeus, agar kesadaran itu selalu besemi di dalam benak kita, ketika piala itu datang ke dalam hidup kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu siaga, agar tak sampai mengabaikan piala yang Kauanugerahkan kepada kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 126:1-6; R: 5)

Ref: Yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.

  1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorai-sorai.
  2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
  3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
 

Cawanku akan kamu minum (Mat 20:20-28)

Sekali peristiwa menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah Ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapanNya untuk meminta sesuatu. Kata Yesus, "Apa yang kaukehendaki?" Jawab ibu itu, "Berilah perintah supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam kerajaanMu, yang seorang di sebelah kananMu, dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu." Tetapi Yesus menjawab, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta! Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?" Kata mereka kepadaNya, "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka, "CawanKu memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu telah menyediakannya."
Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada dua bersaudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, "Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge