Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 16
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Minggu, 17 Juli 2016
   
 

HANYA SATU PERKARA YANG PERLU, DAN
MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK YANG TAK AKAN DIAMBIL DARI PADANYA

 
 
 
Kej 18:1-10a | Mzm 15:2-4ab.5; R.1a | Kol 1:24-28 | Luk 10:38-42

Tuanku, singgalah ke kemah hambamu ini (Kej 18:1-10a)

Sekali peristiwa, Tuhan menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon tarbantin di Mamre. Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya di kala hari panas terik. Ketika ia mengangkat mata, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Melihat mereka, Abraham bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka. Ia bersujud sampai ke tanah dan berkata, "Tuanku, jika aku mendapat kasih tuan, singgallah di kemah hambamu ini. Biarlah diambil sedikit air, basuhlah kaki Tuan dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; biarlah hamba mengambil sepotong roti agar Tuan-tuan segar kembali. Kemudian bolehlah Tuan-tuan melanjutkan perjalanan. Sebab Tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka, "Perbuatlah seperti yang engkau katakan itu."
Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata, "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya, mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya, dan memberikannya kepada seorang bujangnya yang segera mengolahnya. Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya kepada ketiga orang itu. Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu, sementara mereka makan. Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham, "Di manakah Sara, isterimu?" Jawab Abraham, "Di sana, di dalam kemah." Maka berkatalah Ia, "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau. Pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."

 

PAMANKU, Rm. Frans Amanue, almarhum, boleh dikenang sebagai ikon perjuangan pastoral keadilan dan perdamaian di keuskupan, tempat ia telah hidup dan melayani. Ia konsisten menyuarakan kebenaran dan keadilan, mengeritik program pemerintah yang tidak memihak rakyat, melawan korupsi dan praktek-praktek pengingkaran kuasa-kuasa sosial terhadap hak-hak masyarakat. Oleh sikapnya itu, ia pernah diadili dengan tuduhan menghina Bupati Flores Timur, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan dua bulan dengan masa percobaan lima bulan. Vonis itu menyulut rasa tidak puas masyarakat yang kemudian menyerbu dan membakar kantor pengadilan. Peristiwa, yang terjadi pada 15 April 2003, tersebut menjadi tonggak definisi siapa dirinya. Ia telah memilih nilai yang terbaik sesuai sumpah imamatnya, dan setia dijalaninya sampai maut menjemput dirinya, Sabtu, 26 Maret 2016, sehari sebelum Pesta Paskah.

Memilih nilai yang terbaik, inilah inti refleksi kita hari ini. Abraham, yang dipilih Tuhan menjadi model orang beriman, menanti-nantikan pemenuhan janji Tuhan, bahwa dari keturunannya akan bertumbuh bangsa yang besar. Maka nilai pilihan Abraham ialah anak lelaki yang dijanjikan Tuhan, karena dari anak inilah akan datang bangsa terpilih. Namun ketika bangsa pilihan itu sudah terbentuk, nilai itu bergeser, tidak pada besarnya jumlah orang, tetapi pada Si Pemenuh janji keselamatan, yakni Firman yang menjadi manusia. Maria telah memilih mendengarkan firman itu, sehingga ia ada di jalan yang tepat menuju pemahaman tentang Pribadi Firman, yakni Kristus. Dan rahasia itulah yang diwartakan oleh Paulus kepada bangsa-bangsa, bahwa Kristus berdiam di tengah mereka. Karena itu, nilai lain hendaknya disingkirkan, agar Kristus menjadi satu-satunya pegangan bagi semua orang beriman.

Pemilihan nilai merupakan sebuah penghayatan konkrit dari iman yang di- anugerahkan Tuhan kepada kita. Setiap kali kita harus memutuskan, apa yang harus dilakukan, langkah mana yang harus diambil, orientasi apa yang akan dipegang, sehingga karunia Tuhan itu tidak mati terbenam tetapi bertumbuh dan menghasilkan buah-buah. Jika kita ingin selamat, pilihan itu adalah kehendak Tuhan. Firman Tuhan harus didalami, hukum-hukum-Nya ditepati, tanggung jawab perutusan dilaksanakan. Dengan demikian kita mengambil peranan bangsa terpilih, di mana Kristus menjadi pusat hidup dan pewartaanNya menjadi jiwa seluruh umat beriman. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, tunjukkanlah kepada kami jalan-jalanMu, agar kami selalu memilih diriMu: jalan, kehenaran dan hidup. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 15:2-4ab.5; R: 1a)

Ref: Tuhan, siapa yang boleh menumpang di kemah-Mu?

  1. Orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil, dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
  2. Orang yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela, tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
  3. Orang yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak aka goyah selama-lamanya.
 

Rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad sekarang dinyatakan kepada orang kudus-Nya (Kol 1:24-28)

Saudara-saudara, sekarang aku bersukacita, bahwa aku boleh menderita demi kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan kepenuhan firman-nya kepada kamu, yaitu: Rahasia yang tersembunyi berabad-abad dan turun-temurun, kini dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Allah berkenan memberitahu mereka betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di antara kamu. Dialah harapan akan kemuliaan! Dialah yang kami beritakan dengan memperingatkan orang dan mengajar mereka dalam segala hikmat, untuk memimpin setiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

 

Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria telah memilih bagian yang terbaik (Luk 10:38-42)

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-muridNya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara bernama Maria. Maria ini duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya. Tetapi Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli bahwa saudariku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge