Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 15
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Rabu, 13 Juli 2016
   
 

KASIHILAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATI, JIWA, KEKUATAN DAN BUDIMU; DAN KASIHILAH SESAMAMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI

 
 
 
Yes 10:5-7.13-16 | Mzm 94:5-10.14-15 | Mat 11:25-27

Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? (Yes 10:5-7.13-16)

Beginilah Tuhan bersabda, “Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku, dan yang menjadi tongkat marah-Ku! Aku akan mengerahkannya melawan bangsa yang murtad. Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku. Asyur akan melakukan perampasan dan penjarahan, dan akan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi Asyur sendiri tidak demikian maksudnya, tidak begitu rancangan hatinya. Niat hatinya ialah hendak memunahkan dan melenyapkan banyak bangsa. Sebab Asyur berkata, ‘Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya, dengan kebijaksanaanku akau telah melaksanakannya, sebab aku berakal budi. Aku telah meniadakan batas antara para bangsa, aku telah merampas persediaan mereka. Dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas tahta. Seperti menjangkau sarang burung, tanganku telah menjangkau kekayaan bangsa-bangsa. Dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap.” Maka beginilah firman Tuhan, “Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? Atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya. Atau tongkat mengangkat orang yang bukan dari kayu? Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orang yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis dengan api yang menyala-nyala.”

 

PENDIDIKAN formal, mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi, hanya satu bagian kecil dari seluruh pendidikan kehidupan manusia. Demikian juga pendidikan iman, yang kita terima melalui katekese, hanya merupakan satu masukan untuk dihayati dan terus dikembangkan sepanjang hidup. Nah, dalam kehidupan nyata, pendidikan lanjut itu dapat datang dari mana saja, seperti rekan-rekan kerja, tetangga, anggota keluarga, bahkan musuh yang berbuat jahat kepada kita. Dalam dunia persilatan berlaku prinsip ini: musuh adalah guru yang sedang menyamar. Hanya dengan menghadapi lawan yang lebih baik, seorang pesilat memoles kekurangannya agar men- jadi pesilat tangguh di masa depan.

Dalam doa syukur kepada Bapa, Yesus menyampaikan kalimat emas ini, "Semua itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil." Ucapan Yesus ini bertolak dari perlawanan-Nya terhadap sikap arogan pemimpin-pemimpin Yahudi, seperti para imam, ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi, yang justru menjadi guru rohani banyak orang. Walaupun mereka mempunyai keahlian dan kuasa untuk mengajarkan hukum-hukum Tuhan, mereka tak dibenarkan di mata Yesus, karena kesombongan dan kemunafikan mereka tersebut. Justru karena itu, rahasia Kerajaan Surga diungkapkan Yesus kepada orang-orang kecil pilihan-Nya, yang justru bisa diandalkan menjadi pewarta tangguh di masa depan. Pendidikan iman pun bukan milik kaum berkuasa, tetapi milik orang yang berkenan kepada Tuhan.

Bagaimana menjadi orang kecil dan sederhana, sehingga kita juga layak memperoleh karunia yang disembunyikan Tuhan dari kaum bijak dan cerdik pandai? Orang kecil sederhana itu tidak hanya berkaitan dengan miskin harta dan miskin peranan. Dari segi kualitas iman, orang kecil dan sederhana itu adalah orang yang rendah hati, yang mengandalkan Tuhan dalam seluruh aspek hidupnya. Orang yang rendah hati itu tidak sombong, tidak merendahkan orang lain, dan rela berbagi dengan sesama tanpa ragu- ragu. Kepada pribadi semacam inilah, Tuhan membuka rahasia-Nya, agar mereka dilibatkan di dalam karya keselamatan. Hanya orang macam ini yang layak menjadi alat Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami orang kecil dan sederhana,
agar boleh memahami misteri rencana keselamatan-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 94:5-10.14-15; R: 14a)

Ref: Tuhan tidak akan membuang umat-Nya.

  1. Umat-Mu, ya Tuhan, mereka remukkan, dan milik pusaka-Mu mereka tindas; janda dan orang-orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh.
  2. Mereka berkata, “Tuhan tidak melihatnya, Allah Yakub tidak mengindahkannya.” Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai, orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
  3. Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar! Dia yang membentuk mata, masakan tidak melihat! Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum! Dialah yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia.
  4. Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan semua orang tulus hati akan mematuhi.
 

Yang Kausembunyikan kepada kaum cerdik pandai, Kaunyatakan kepada orang kecil (Mat 11:25-27)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa-Ku kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya. “

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge