Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2016
  MASA BIASA PEKAN 16
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Jumat, 22 Juli 2016
  Pesta St. Maria Magdalena
 

HANYA SATU PERKARA YANG PERLU, DAN
MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK YANG TAK AKAN DIAMBIL DARI PADANYA

 
 
 
Kid 3:1-4a | Mzm 63:2-6.8-9 | Yoh 20:1.11-18

Aku telah menemukan jantung hatiku (Kid 3:1-4a)

Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata, "Pada malam hari, di atas peraduanku, kucari jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku bangun dan berkeliling di kota, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan, kucari dia, jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku ditemui peronda-peronda kota. 'Apakah kamu melihat jantung hatiku?' Baru saja meninggalkan mereka, kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia dan tak kulepaskan lagi."

 

PEREMPUAN itu begitu terluka oleh kehilangan orang yang dikasihinya. Ia mengabaikan rasa takut akan perlakuan tak adil orang banyak, pendangan negatip orang tentang dirinya, atau kekawatiran teman-teman dengan siapa ia berbagi suka dan duka selama ini. Ia tetap ada di kuburan itu, meratapi kehilangan yang luar biasa. Guru yang dicintai, Tuhan yang dihormati, atau aneka gelar lain yang bisa disematkan. Semuanya luruh oleh kematian tragis di salib. Kini kesedihan itu bertambah, karena jenazah Sang Guru pun hilang. Bahkan di kubur pun Ia tak dibiarkan beristirahat dengan damai. Mengapa dunia begitu kejam?.

PEREMPUAN itu begitu melekat dengan Sang Guru, karena darinya telah diusir tujuh iblis (Luk 8:2). Pengalaman dikuasai oleh tujuh iblis, tujuh dosa pokok, tujuh kekejian, tujuh pengkianatan terhadap jalan Tuhan. Maka ia bukanlah perempuan yang baik. Namun pertemuan dengan Yesus telah mengubah dirinya, dari perempuan yang penuh dosa menjadi perempuan yang penuh rahmat. Jika sebelumnya ia sepenuhnya menyerahkan diri pada kegelapan, kini ia pun sepenuhnya menyerahkan diri pada Terang Dunia, yakni Yesus Kristus. Kasih itulah yang menghantarnya menjadi saksi kematian Sang Guru (Yoh 19:25) dan kebangkitan (Luk 24:10). Ia juga yang diutus Yesus untuk mengabarkan kebangkitan itu kepada para murid yang masih terbenam dalam kesedihan (Yoh 20:17-18).

PENGALAMAN Maria Magdalena, adalah pengalaman orang yang menjerit mencari pertolongan dari dalam kegelapan, yang kemudian mengalami kasih yang sempurna ketika Tuhan hadir dan membawa pembebasan. Kebebasan diri dari kegelapan itu dibayar dengan kasih yang tulus, yang tidak lagi menuntut tetapi memberi, yang tidak lagi demi pemenuhan apa yang dibutuhkan dirinya tetapi semata-mata demi orang yang dikasihi itu. Di dalam Yesus ia menemukan sasaran cinta tersebut, sehingga ia tak lagi berpaling ke jalan yang salah. Dan pribadi yang dibaharui itu layak menjadi kekasih Tuhan, karena ia telah terlahir baru. Inilah doa kita, pada hari pesta Santa Maria Magdalena, saksi kebangkitan Kristus. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ubahkan diri kami agar menjadi anak Terang yang siap membalas cintaMu dengan mengasihi sesama. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 63:1-6.8-9; R: 2b)

Ref: Jiwaku haus akan Dikau, ya Allahku.

  1. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau. Jiwaku haus akan Dikau, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah yang kering dan tandus yang tiada berair.
  2. Demikianlah aku rindu memandangMu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaanMu. Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup, bibirku akan memegahkan Dikau.
  3. Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu. Seperti dijamu lemah dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.
  4. Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayapMu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepadaMu.
 

Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? (Yoh 20:1.11-18)

Pada hari Minggu Paskah, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka, "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia dsiletakkan."
Sesudah berkata demikian, Maria menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepadanya, "Tuan, jikalau Tuhan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya." Kata Yesus kepadanya, "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani, "Rabuni!" artinya: Guru. Kata Yesus kepadanya, "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan!" Dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge