Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA PRAPASKAH PEKAN 1
   
Siapa Mau Dengar Orang Cerewet?

PEREMPUAN itu masih muda, cantik, berpendidikan tinggi dan punya karier yang baik. Namun ia selalu gagal dalam membangun relasi dengan beberapa pria. Saya duduk mendengarkan uneg-uneg hatinya. Setelah satu jam berlalu, saya bisa menangkap benang merah penyebab kegagalan itu. Ia terlalu posesif, terlalu cerewet, terlalu mau mengatur. "Maksud saya kan baik, untuk menata hari depan", dalihnya. "Maksudmu baik, tetapi siapa yang mau menghabiskan sisa hidupnya setiap hari untuk mendengarkan orang yang cerewet?" kataku menahan kejengkelan. Setelah sepuluh tahun berlalu, aku bertemu lagi dengan perempuan itu. Ia masih menjomblo.

JIka berdoa, tidak perlu banyak kata-kata. Begitu penegasan Yesus dalam ajaranNya kepada para murid. Yang paling penting adalah niat baik yang disampaikan dengan penuh kerendahan hati. Berkat Tuhan itu dicurahkan kepada semua orang, yang benar maupun berdosa. Namun hanya hati yang kudus yang dapat menumbuhkan kebaikan. Maka tobat sangat dituntut oleh Tuhan, karena dengan itu benih Firman yang ditaburkan dapat bertumbuh dan memberi hari bagi banyak orang.

Perjalanan hidup manusia diwarnai oleh banyak hal, kebaikan, kejahatan, kerendahan hati, kesombongan, dan sebagainya. Setiap karakter manusia mempunyai peranannya sendiri-sendiri. Namun yang paling vital adalah cara kita menanggapinya. Ketika kita sanggup memberi makna positip, hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Jika kita hanya mengolah niat buruk, kejahatanlah yang menjadi raja. Apa pilihan anda? (ap)

  1. Dapatkah anda menilai sendiri kualitas doa anda?
  2. Sejauh mana anda memberikan tekanan pada pertobatan sebagai jalan hidup yang perlu diwujudkan?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Selasa, 24 Februari 2015
prapaskah
 
 
WAKTUNYA TELAH GENAP, KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT, BERTOBATLAH DAN
PERCAYALAH KEPADA INJIL
   
   
   
 
Yes 55:10-11 | Mzm 34:4-7.16-19 | Mat 6:7-15

 

Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki (Yes 55:10-11)

Beginilah firman Tuhan, "Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikian firman yang keluar dari mulutKu: Ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:4-7.16-19; R: 18b)

Ref: Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.

  1. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyurkan namaNya! Aku telah mencari Tuhan lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
  2. Tunjukkanlah pandanganmu kepadaNya, maka mukamu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  3. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat, untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
  4. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
 

Yesus mengajar murid-muridNya berdoa (Mat 6:7-15)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta padaNya. Karena itu berdoalah begini: 'Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu. Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.' Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge