Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA BIASA PEKAN 5
   
Berkat Tuhan Itu Milik Semua Orang

MASYARAKAT jaman kini berhadapan dengan satu problema besar yang berkaitan dengan iman yakni fanatisme. Banyak orang dari aliran agama tertentu (biasanya satu kelompok kecil) merasa berhak memiliki kebenaran iman. Semua yang berlawanan dengan dirinya akan dianggap sebagai musuh yang mengancam yang harus dilawan, bahkan kalau perlu dihabisi. Golongan ini siap berhadapan dengan seluruh dunia sekalipun, dan suka merendahkan atau meng-kafir-kan pihak-pihak lain yang tidak sejalan dengan mereka. Akibatnya banyak konflik yang terjadi, namun agaknya konflik justru diperlukan sehingga eksistensi kelompok ini didengar, diakui dan diterima oleh masyarakat luas.

Yesus menyaksikan dari dekat kegembiraan orang-orang yang ditolong oleh diriNya. Orang-orang sakit disembuhkan, yang kerasukan setan dibebas- kan. KehadiranNya telah menjadi berkat bagi orang-orang. Tentu saja itu hal yang baik, karena untuk itulah diriNya diutus. Dengan demikian, Ia memiliki kesempatan untuk membentuk basis massa pendukungNya. Namun Yesus tidak menghendaki semua itu. Ia tidak membiarkan orang bergantung pada diriNya. Ia tidak membiarkan orang menjadikan diriNya raja. Ia tidak membiarkan terbentuknya kelompok-kelompok fanatik yang mengagung- agungkan diriNya saja. Maka Ia pergi dari tempat itu dengan alasan, bahwa orang-orang lain di tempat lain juga membutuhkan kehadiranNya.

Sukacita sanak saudara dan orang-orang di sekitar rumah Simon dan Andreas dapat dipahami. Mereka pasti bangga karena Sang Guru yang penuh kuasa itu ada di antara mereka. Apa yang perlu dikawatirkan? Tapi sukacita yang salah dimaknai akan melahirkan kesombongan yang mengikis habis kerendahan hati yang dihargai Tuhan. Orang-orang Galilea itu tak boleh bertumbuh menjadi besar kepala hanya karena Yesus saat itu ada di tengah mereka. Berkat Tuhan itu milik semua orang yang harus terus dibagi kepada umat yang membutuhkannya.

Itulah pesan dasar bagi kita hari ini, yakni tetap bersikap rendah hati di dalam limpahan rahmat kasih Tuhan. Ada banyak kasih karunia yang telah kita peroleh. Semuanya memberi kita sukacita iman. Namun kita haruslah selalu mengingatkan diri kita, bahwa di balik sukacita itu menanti kewajiban salib, yakni mewartakan Firman Tuhan ke seluruh dunia. Hindarilah sikap angkuh, tanamkanlah sikap rendah hati. Tuhan menyertai kita. (ap)

  1. Apa wujud karunia sukacita iman yang diberikan Tuhan kepada diri anda?
  2. Sejauh mana sukacita tersebut mendorong anda untuk lebih setia melayani Tuhan dan sesama?

(c) 2015 aurelius pati soge


sukacita
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Minggu, 8 Februari 2015
berbagi
 
 
YESUS MENYEMBUHKAN BANYAK ORANG
YANG MENDERITA BERMACAM-MACAM
PENYAKIT DAN MENGUSIR BANYAK SETAN
   
   
   
 
Ayb 7:1-4.6-7 | Mzm 147:1-6 | 1 Kor 9:16-19.22-23 | Mrk 1:29-39

 

Aku dicekam oleh kegelisahan sampai dini hari (Ayb 7:1-4.6-7)

Ayub berkata kepada sahabatnya, “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? Seperti seorang budak yang merindukan naungan, demikianlah aku diberi bulan-bulan yang sia-sia, dan kepadaku ditentukan malam-malam yang penuh kesusahan. Bila aku pergi tidur, maka yang kupikirkan: Bilakah aku akan bangun. Tetapi malam merentang panjang dan aku dicekam oleh kegelisahan sampai dini hari. Hari-hariku berlalu lebih cepat daripada torak, dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas. Mataku tidak akan melihat yang baik.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 147:1-6; R: 3a)

Ref: Tuhan menyembuhkan orang yang patah hati.

  1. Sungguh, bermazmurlah bagi Allah kita itu baik, bahkan indah dan layaklah memuji-muji Dia. Tuhan membangun Yerusalem. Ia menghimpun orang-orang Israel yang tercerai berai.
  2. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Ia menentukan jumlah bintang-bintang, masing-masing dipanggil dengan menyebut namanya.
  3. Besarlah Tuhan dan berlimpah kekuatanNya, kebijaksanaanNya tidak terhingga. Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi orang-orang fasik direndahkannya ke tanah.
 

Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil (1 Kor 9:16-19.22-23)

Saudara-saudara, memberitakan Injil bukanlah suatu alasan bagiku untuk memegahkan diri. Sebab hal itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil. Andaikan aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, maka pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Sebab sekalipun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku dapat memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang lemah aku menjadi seperti orang lemah supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku menjadi segala-galanya supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala-galanya itu aku lakukan demi Injil, agar aku mendapat bagian di dalamnya.

 

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit (Mrk 1:29-39)

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapenaum, Yesus, dengan Yakobus dan Yohanes, pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan. Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata, “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana pun Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah Ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge