Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA PRAPASKAH
   
Jadikanlah Abu Tanda Yang Berdayaguna

TIBALAH kita pada masa Prapaskah tahun ini. Tanda khas hari ini ialah setiap orang menerima abu yang diusapkan pada dahinya sebagai tanda tobat, yang mengingatkan kita juga akan kata-kata Tuhan kepada Adam ketika dosa pertama dilakukan, "Engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu" (Kej 1:19b). Sebagai imam, selalu ada rasa tidak layak yang melanda hatiku, setiap kali aku memimpin upacara penerimaan abu ini. Dengan mata sendiri aku melihat tobat hati orang-orang yang betul terpancar dari ekspresi wajah, tutur kata dan bahasa tubuh mereka. Dalam hati aku merintih. "Orang-orang ini tidak tahu, bahwa betapa aku juga tidak layak di hadapan Tuhan karena dosa-dosa yang kulakukan", demikian bisik suara hatiku. Oh, Tuhan, ampunilah dosaku.

Kekhasan lain yang melekat pada hari ini adalah kewajiban untuk berpuasa dan berpantang untuk semua orang beriman yang sudah menerima komunio kudus. Puasa dan pantang wajib ini selaras dengan perintah gereja, bukan untuk menekan kebebasan manusia, tetapi mengingatkan kita akan korban diri Tuhan yang telah dipersembahkan untuk keselamatan kita. Dalam ke- rangka penghayatan iman, puasa dan pantang adalah latihan disiplin diri agar kita lebih tahan uji di dalam menghadapi tantangan. Dengan disiplin diri yang lebih matang, kita sanggup melakukan kebajikan-kebajikan iman, baik di depan banyak orang, maupun ketika tak ada orang yang melihatnya. Justru kebajikan yang tak terlihat orang lain lebih mendapat perhatian Bapa Surgawi yang menyaksikannya.

Tanda abu di dahi hanyalah sebuah simbol. Yang paling penting adalah tingkah hidup yang benar di mata Tuhan. Jadikanlah abu itu tanda yang berdaya guna, sehingga lebih banyak orang yang tergerak untuk mencari keselamatan melalui Yesus yang menuntut tobat dan pembaharuan diri. Selamat memasuk masa Prapaskah 2015. (ap)

  1. Pernahkah anda serius mendalami apa makna abu di dahi anda?
  2. Kira-kira apa implementasi tanda abu di dahi tersebut di dalam kehidupan anda selama masa Prapaskah ini?

(c) 2015 aurelius pati soge


tobat sejati
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Rabu, 18 Februari 2015
rabu abu
 
Hari Wajib Pantang dan Puasa
 
LAKUKANLAH KEBAIKAN DENGAN DIAM-DIAM, BAPAMU MELIHAT APA YANG TERSEMBUNYI
DAN AKAN MEMBALASNYA KEPADAMU
   
   
   
 
Yl 2:12-18 | Mzm 51:3-6a.12-17 | 2 Kor 5:20-6:2 | Mat 6:1-6.16-18

 

Koyakkanlah hatimu dan janganlah pakaianmu (Yl 2:12-18)

"Sekarang", beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu.
Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya. Kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu. Baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya. Bailah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, "Sayangilah, ya Tuhan. umatMu, dan jangan biarkan milikMu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?" Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanahNya dan menaruh belas kasihan kepada umatNya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.12-14.17; R: 3a)

Ref: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.

  1. Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
  2. Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
  3. Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, “Hormat!” Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
 

Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan (2 Kor 5:20-6:2)

Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasehati kamu dengan perkataan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasehati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima. Sebab Allah berfirman, "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau. Dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu, hari inilah hari penyelamatan itu.

 

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau (Mat 6:1-6.16-18)

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-muridNya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu, Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa Jangan lah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge