Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA PRAPASKAH PEKAN 1
   
Selalu Ada Peluang Kembali Ke Jalan Tuhan

SAAT-SAAT hendak memutuskan untuk menjadi imam atau tidak adalah saat yang berat dan mendebarkan, karena konsekuensi kedua keputusan tersebut besar dan harus dijalani seumur hidup. Sebagai bahan untuk refleksi pribadi dan inspirasi, pembina memberikan beberapa bacaan untuk didalami sendiri. Salah satu yang saya sukai ialah pergolakan batin Santo Agustinus sebelum memutuskan menerima Kristus. Ia mulai menyadari cara hidupnya yang salah dan tanpa moral. Menerima Kristus berarti harus meninggalkan semua itu dan aneka tawaran kenikmatan yang melekat padanya. Yang menarik, ketika ia meragukan kemampuannya untuk hidup sesuai dengan Injil, kisah-kisah biblis tentang pendosa yang bertobat menjadi peneguhnya. Anak yang hilang, pertobatan Paulus, penyangkalan Petrus dan pemilihannya oleh Yesus untuk menjadi pemimpin para rasul, dan kisah lain sejenisnya, menjadi inspirasi, bahwa Tuhan tetap memberi kesempatan kepada manusia lemah untuk berbenah diri, karena IA pada hakekatnya mencintai manusia ciptaanNya.

Ketika saatnya tiba untuk memberitakan pertobatan, Yesus tidak meng- ancam umat beriman, melainkan memberi mereka motivasi. Alasan yang ditampilkan Yesus ialah sudah dekatnya Kerajaan Allah. Jika ingin turut serta di dalam Kerajaan Allah, syaratnya ialah bertobat. Dengan demikian, nampak jelas, bahwa Tuhan memberi peluang kepada semua orang untuk menemukan jalan kembali ke dalam pangguanNya.

Kita memasuki masa tobat untuk lebih dalam merenung tentang belas kasih Ilahi. Di dalam pertobatan, unsur pengadilan Ilahi sesungguhnya tak ada. Yang ada hanyalah perayaan sukacita karena belas kasih Tuhan itu nyata dan berdaya guna. Tak ada alasan untuk takut bertobat dari dosa. Hukuman Ilahi itu hanya proses pemurnian. Di penghujung jalan, karunia yang disiapkan adalah sukacita sejati. Bergegaslah, jangan berlambat., (ap)

  1. Pernahkah anda meragukan belas kasih Ilahi sebagai karunia dalam pertobatan?
  2. Kapan terakhir kali anda menerima Sakramen Tobat, menerima absolusi dan melakukan penitensi?

(c) 2015 aurelius pati soge


berbenah diri
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Minggu, 22 Februari 2015
bertobatlah
 
 
WAKTUNYA TELAH GENAP, KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT, BERTOBATLAH DAN
PERCAYALAH KEPADA INJIL
   
   
   
 
Kej 9:8-15 | Mzm 25:4b-5b.6.8-9 | 1 Ptr 3:18-22 | Mrk 1:12-15

 

Perjanjian Allah dengan Nuh sesudah ia dibebaskan dari air bah (Kej 9:8-15)

Sesudah air bah, berfirmanlah Tuhan kepada Nuh dan kepada anak-anak Nuh yang bersama-sama dengan dia, “Camkanlah, Aku mengadakan perjanjian dengan kamu dan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang ada besertamu, yakni burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi, segala yang keluar dari bahteramu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjianKu dengan kamu, bahwa sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan oleh air bah lagi dan tidak akan ada lagi air bah yang memusnahkan bumi.”
Dan Allah berfirman, “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk hidup yang ada sertamu turun termurun untuk selama-lamanya. BusurKu akan kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjianKu yang telah Kuadakan dengan kamu dan dengan segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 25:4b-5b.6.8-9)

Ref: Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya.

  1. Tunjukkanlah lorong-lorongMu kepadaku, ya Tuhan, bawalah aku dalam kebenaranMu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku. Engkau kunantikan sepanjang hari.
  2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setiaMu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setiaMu, oleh karena kebaikanMu, ya Tuhan.
  3. Tuhan itu baik dan benar sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalanNya kepada orang-orang yang bersahaja.
 

Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kamu (1 Ptr 3:18-22)

Saudara-saudaraku terkasih, Kristus telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah. Ia telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu roh-roh mereka yang pada masa Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang yang diselamatkan dari air bah itu. Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kamu, bukan dengan membersihkan kenajisan jasmani, melainkan dengan memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah berkat kebangkitan Yesus Kristus, yang telah naik ke surga dan kini duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia menaklukkan segala malaikat, kuasa dan kekuatan kepadanya.

 

Yesus dicobai oleh iblis, dan malaikat-malaikat melayani Dia (Mrk 1:12-15)

Sekali peristiwa, Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai oleh iblis. Yesus berada di sana di antara binatang-binatang liar, dan malaikat-malaikat melayani Dia.Sesudah Yohanes pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge