Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA BIASA PEKAN 6
   
Sadarilah Senantiasa Tujuh Dosa Pokok

GEREJA selalu mengingatkan umatNya untuk menaruh perhatian pada tujuh dosa pokok, yang menjadi sebab terjadinya dosa-dosa lain, yakni sombong, tamak, dengki, amarah, cabul, rakus, lamban dan jemu (Kate- kismus Gereja Katolik 1866). Tujuh dosa pokok ini tidak berasal dari luar diri melainkan dari dalam diri sendiri, buah dari tidak mampunya seseorang mengendalikan diri, mengontrol emosi, berpikir sehat, dan seterusnya. Hati dan budinya dipenuhi oleh hal-hal negatip ini, yang terlahir secara nyata dalam kata dan tindakan. Akar pembunuhan itu mungkin amarah. Akar korupsi itu adalah ketamakan. Akar pemerkosaan adalah cabul. Anda bisa menderetkannya sendiri.

Kisah Injil dan bacaan pertama memberi gambaran betapa kesombongan dan iri hati membuahkan kejahatan yang sangat besar. Karena iri hati, Kain membunuh adiknya Habel. Ketika Tuhan mengingatkannya, Kain masih berlaku sombong dan karena itu mengingkari dosanya. Orang-orang yang meminta tanda pada Yesus mengungkapkan dosa kesombongan. Oleh kesombongan, mereka menolak mengakui Yesus sebagai Penyelamat. Karena itu, tanda yang sudah di depan mata pun tidak mau dipercayai. Jika Yesus memberi tanda baru sekalipun, kesombongan mereka akan membuat mereka tetap menolakNya. Oleh kesombongan, mereka tidak meraih tempat dalam keselamatan.

Sebagai manusia, mari kita memperhatikan senantiasa akar-akar dosa ini. Sering ada masalah begitu besar terjadi karena kita tidak sanggup mengen- dalikan akar itu ketika ia masih kecil. Maka janganlah lengah. Tetaplah waspada, karena kegelapan selalu mengindai. (ap)

  1. Apa dosa-dosa pokok yang selalu melekat di dalam diri anda dan menjadi sebab banyak dosa lain?
  2. Sejauh mana anda sudah berjuang untuk mengatasinya?

(c) 2015 aurelius pati soge


akar dosa
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Senin, 16 Februari 2015
masa biasa 2015
 
 
TERGERAK OLEH BELAS KASIHAN, YESUS MENJAMAH ORANG KUSTA ITU DAN MENYEMBUHKANNYA
   
   
   
 
Kej 4:1-15.25 | Mzm 50:1.8.16c-17.20-21 | Mrk 8:11-12

 

Kain memukul Habel, adiknya, lalu membunuh dia (Kej 4:1-15.25)

Adam menghampiri Hawa, isterinya. Maka mengandunglah wanita itu, lalu melahirkan Kain; dan Hawa berkata, “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan”. Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain. Habel menjadi gembala kambing domba, sedang Kain menjadi petani.
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagaian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai kurban persembahan. Habel juga mempersembahkan kurban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lembak-lemaknya. Maka Tuhan mengindahkan Habel dan kurban persembahannya itu. Tetapi Kain dan kurban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Sabda Tuhan kepada Kain, “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Masakan mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Dosa itu sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
Pada suatu hari Kain berkata kepada Habel, adiknya, “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Sabda Tuhan kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu itu?” jawab Kain, “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Sabda Tuhan pula, “Apakah yang telah kau perbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”
Berkatalah Kain kepada Tuhan, “Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan bersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi. Barangsiapa bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Sabda Tuhan kepadanya,”Sekali-kali tidak! Barangsiapa membunuh Kain, ia akan dibalas tujuh kali lipat.” Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh siapa pun yang bertemu dengan dia.
Adam menghampiri pula isterinya. Lalu wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamainya Set, sebab katanya, “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:1.8.16bc-17.20-21; R: 14a)

Ref: Persembahkanlah puji syukur kepada Allah sebagai kurban.

  1. Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku.
  2. "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran dan mengesampingkan firman-Ku?
  3. Engkau duduk, dan menjelek-jelekkan saudaramu, engkau memfitnah saudara kandungmu. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kau kira Aku ini sederajad dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu."
 

Mengapa angkatan ini meminta tanda? (Mrk 8:11-12)

Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari padaNya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, Sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberikan tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge