Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA PRAPASKAH
   
Puasa Terbaik Ialah Melayani Sesama

NABI YESAYA telah mengungkapkan kehendak Tuhan kepada umat Israel tentang makna puasa yang sebenarnya, bukan pada bentuk-bentuk lahiriah seperti pantang makanan, tidur di atas abu, dan aneka bentuk lain yang menarik perhatian. Bagi Yesaya, bentuk puasa terbaik ialah mengupayakan pelayanan yang menyentuh kemanusiaan. Puasa nampak dalam upaya menegakkan kebenaran dan keadilan, pembebasan orang-orang tertindas, menolong orang miskin, menghibur yang berduka, dan sebagainya. Semua ini jelas lebih menuntut korban diri daripada sekedar satu dua praksis puasa umum seperti pantang makanan dan berpakaian karung dengan kepala ditutupi abu. Maka sesungguhnya puasa terbaik adalah pelayanan kepada sesama, karena dengan itu orang tidak hanya menolong sesama manusia melainkan juga dirinya sendiri.

Pemikiran inilah yang melandasi jawaban Yesus terhadap pertanyaan para murid Yohanes. Puasa orang Farisi dan ahli Taurat lebih memperhatikan aspek pemenuhan hukum di dalam berpuasa. Dengan kata lain, itu hanya bentuk-bentuk lahiriah yang menunjukkan eksistensi puasa. Pada sisi lain, Yesus lebih menekankan aspek esensi dari puasa, yakni upaya dan korban diri yang membawa pembebasan dari dosa egoisme, serta membuka ke- sadaran untuk melakukan sesuatu demi sesama. Yesus mengumpamakan- nya sebagai kehadiran mempelai. Mempelai di sini adalah Yesus sendiri. Inti kehadiran Yesus adalah pelayanan. Maka, kalau orang harus memilih antara puasa dan pelayanan, Yesus mendorong orang memilih pelayanan, karena di dalam pelayanan aspek puasa terkandung. Si pelaku bahagia, orang yang dilayani pun merasa bahagia.

Kita mengawali masa puasa dengan mengingatkan umat beriman akan kewajiban-kewajiban pantang dan puasa, seperti makan kenyang hanya sekali sehari, puasa dan pantang penuh pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung, dan pantang pilihan pada setiap hari Jumat. Sebagai bentuk mati raga, semua itu baik. Namun hendaknya kita bergerak ke tahapan lain, yakni meningkatkan perilaku penuh kebajikan iman di dalam pelayanan. Membuat orang bahagia selalu lebih tinggi nilainya di mata Tuhan. Maka, marilah berpuasa melalui pelayanan. (ap)

  1. Menurut anda, apa model puasa yang paling sesuai dengan kehidupan anda masa kini?
  2. Apakah model puasa tersebut mencakupi korban diri untuk membawa kebahagiaan bagi sesama?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Jumat, 20 Februari 2015
masa prapaskah
 
 
LAKUKANLAH KEBAIKAN DENGAN DIAM-DIAM, BAPAMU MELIHAT APA YANG TERSEMBUNYI
DAN AKAN MEMBALASNYA KEPADAMU
   
   
   
 
Yes 58:1-9a | Mzm 51:3-6a.18-19 | Mat 9:14-15

 

Berpuasa yang kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman (Yes 58:1-9a)

Beginilah firman Tuhan Allah, "Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umatKu pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang, setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal jalanKu. Seperti bangsa yang berlaku yang benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya, mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah dan berkata, 'Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga? Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?' Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah-bantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa seperti ini, suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepada seperti gelagah? Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah. Dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waku itu lah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!"

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.18-19; R: 19a)

Ref: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah menurut kasih setiaMu, menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku.
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan. Kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepadaMu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
 

Mempelai itu akan diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa (Mat 9:14-15)

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge