Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2015
  MASA BIASA PEKAN 4
   
Ketika Mata Iman Dibutakan Rasa Tidak Suka

DOKTER itu masih muda, lebih terlihat seperti seorang mahasiswa daripada ahli jantung. Pak Tamto menyampaikan keluhan-keluhannya dengan ragu-ragu. Sesudah mendengar dan memeriksa hasil analisis laboratorium, si dokter itu menulis resep pendek, sedikit obat tetapi banyak petunjuk untuk mengubah pola hidup. Tak yakin dengan nasehat si dokter muda itu, Pak Tamto datang hari berikut untuk bertemu cardiolog senior yang menangani dirinya selama ini. "Betul resep yang diberikan oleh dokter muda itu?" tanyanya. "Benar", sahut dokter senior. "Tapi ia masih sangat muda", Pak Tamto ngotot. "Ia seorang cardiolog terbaik yang pernah bekerja bersama saya", sahut dokter senior dengan prihatin. Pak Tamto tetap merasa benar dengan pikirannya sendiri.

Ketika Yesus memulai pelayananNya, banyak orang takjub dengan kuasa ajaib yang dimilikinya. Ternyata kekaguman itu tidak ada di antara orang- orang Nazaret. Mereka masih berpegang pada pengalaman hidup mereka bersama Yesus pada masa-masa sebelumnya. Mereka menolak Dia karena sentimen pribadi yang berkaitan dengan nama keluarga, status ekonomi dan hal-hal lain di seputar mereka. Sentimen ini membutakan mata hati mereka, sehingga walaupun karya Allah itu kasat mata di hadapan mereka, hati mereka menolak untuk mengakui Yesus.

Tidak semua hal menyenangkan hati kita, namun rasa tidak suka yang didasarkan pada sentimen pribadi dapat membutakan suara hati yang menghantar kita kepada Tuhan. Belajar dari pengalaman orang Nazaret, kita ditantang untuk senantiasa sadar, bahwa Tuhan bisa mengungkapkan diri melalui siapapun yang dipilihNya. Jangan menolak kedatanganNya. (ap)

  1. Pernahkah anda menolak pengajaran tentang Tuhan karena disampaikan oleh orang yang tidak anda hargai?
  2. Adakah pengalaman pertobatan yang membuat anda menjadi orang yang rendah hati di hadapan Tuhan?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
             
  Rabu, 4 Februari 2015
masa biasa 2015
 
 
ORANG-ORANG TAKJUB MENDENGAR PENGAJARANNYA, SEBAB IA MENGAJAR SEBAGAI ORANG YANG BERKUASA
   
   
   
 
Ibr 12:4-7.11-15 | Mzm 103:1-2.13-14.17-18a | Mrk 6:1-6

 

Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya (Ibr 12:4-7.11-15)

Saudara-saudara, dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak, "Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan olehNya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak."
Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu seperti anai. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahNya? Memang tiap-tiap hajaran, pada waktu diberikan, tidak mendatangkan sukacita tetapi dukacita. Namun kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah. Dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok tetapimenjadi sembuh.
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencermarkan banyak orang.

Mazmur Tanggapan (Mzm 103:1-2.13-14.17-18a; R: lih. 17)

Ref: Kekal abadi lah kasih setia Tuhan atas orang yang takwa.

  1. Pujilah Tuhan, hai katiku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, jangan lupa akan segala kebaikanNya.
  2. Seperti bapa yang saya kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa. Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat, Dia sadar bahwa kita ini debu.
  3. Tetapi kekal abadil ah kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepadaNya, sebagaimana kekal abadi lah kebaikanNya asal saja mereka tetap berpegang pada perjanjianNya.
 

Seorang nabi dihormati di mana-mana kecual di tempat a salnya sendiri (Mrk 6:1-6)

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asalNya, sedang murid-muridNya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperolehNya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepadaNya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tanganNya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudaraNya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidak-percayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge