Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2018
  Masa Biasa Pekan 8
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    

Rabu, 30 Mei 2018
 
  St. Jeanne d'Arc, pengaku iman  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga praktisi Katolik di dunia digital tidak tergiur dan berani menangkal mentah-mentah tawaran-tawaran yang bermaksud merusak kehidupan bersama dengan berita bohong dan hasutan."
 
 
1 Ptr 1:18-25 | Mzm 147:12-15.19-20 | Mrk 10:32-45

Kalian telah ditebus dengan darah yang berharga, darah Anak Domba tak bernoda, yaitu darah Kristus (1 Ptr 1:18-25)

Saudara-saudara, kalian tahu bahwa kalian telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu. Kalian telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir karena kalian. Oleh Dia lah kalian percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan telah memuliakan-Nya, sehingga iman dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Kalian telah menyucikan diri dengan mentaati kebenaran, maka kalian sanggup mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Oleh sebab, itu hendaklah kalian sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati, sebab kalian telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang baka, yaitu oleh sabda Allah yang hidup dan kekal. Sebab semua yang hidup adalah seperti rumput! Rumput menjadi kering dan bunga gugur. Tetapi sabda Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Itulah sabda yang disampaikan Injil kepada kalian.

 
MENIKMATI karya pastoral umat di awal menjadi imam membuatku tidak berpikir untuk belajar keahlian khusus. Tetapi seorang senior mengingatkanku pentingnya keahlian. "Jabatan itu sesewaktu saja dan akan ditinggalkan ketika kita beralih tugas", katanya, "tetapi skill itu mengikuti kita ke mana pun kita pergi. Karena itu mulailah suatu karya dengan mengandalkan keahlian bukan mengandalkan jabatan. Jangan buang waktu dan energi untuk mengejar jabatan karena itu tidak menjamin masa depan." Sesudah bertahun-tahun berlalu, saya sadar kalau hal itu benar. Kini saya bisa berkarya di mana saja sesuai dengan keahlian yang saya miliki.

ANAK-ANAK Zebedeus memiliki agenda sendiri ketika mengikuti Yesus. Begitu ada kesempatan, keduanya menyampaikan hasrat itu kepada Sang Guru, yakni agar keduanya diperkenankan duduk di samping kiri dan kanan Yesus dalam Kerajaan-Nya. Pikiran yang melintas pastilah soal kedudukan, karena pemahaman mereka masih sangat bersifat duniawi. Permintaan ini butuh keberanian, keduanya pasti sudah merencanakannya. Itu bukan kebetulan. Ada perencanaan, ada strategi, ada perhitungan untung dan rugi. Di sini Yesus mengingatkan mereka akan hakekat panggilan mereka, yakni menjadi pelayan. Dengan kata lain, tak ada guna membuang waktu dan energi memikirkan jabatan itu. Yang lebih penting ialah membina kekuatan iman mereka, agar sangguplah mereka meminum dari piala Yesus yakni penderitaan salib.

MENJADI pelayan sangat ditekankan Yesus, karena Dia sendiri datang untuk melayani. Kekuatan menjadi pelayan ini datang dari cinta sejati. St. Petrus menekankan cinta itu sebagai kewajiban antar saudara seiman. "Hendaklah kalian sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati, sebab kalian telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana tetapi dari benih yang baka" (1 Ptr 1:22-23). Mari kita memperhatikan nasehat emas ini agar memusatkan perhatian pada perkara-perkara pokok, yakni cinta sejati yang memberi kekuatan untuk melayani. (ap)

Gelorakanlah semangat kami untuk mengasihi satu sama lain, ya Kristus, agar kami sanggup menghargai dan melayani sesama dengan tulus. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 147:12-15.19-20; R: 12a)

Ref: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
  2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintahNya ke bumi, dengan segera firman-Nya berlari.
  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.
 

Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan (Mrk 10:32-45)

Sekali peristiwa, Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Yesus berjalan di depan. Para murid merasa cemas, dan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya. Yesus berkata, "Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit."
Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus. Mereka berkata, "Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami." Jawab Yesus, "Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?" Mereka menjawab, "Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Kalian tidak tahu apa yang kalian minta. Sanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum? Dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?" Mereka menjawab, "Kami sanggup." Yesus lalu berkata kepada mereka, "Memang, kalian akan meminum piala yang harus Kuminum, dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Ia akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah disediakan."
 
Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, "Kalian tahu, bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kalian! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya sebagai tebusan bagi orang banyak."


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge