Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2018
  Masa Biasa Pekan 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    

Kamis, 24 Mei 2018
 
  St. Yohana, pendamping para rasul  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga praktisi Katolik di dunia digital tidak tergiur dan berani menangkal mentah-mentah tawaran-tawaran yang bermaksud merusak kehidupan bersama dengan berita bohong dan hasutan."
 
 
Yak 5:1-6 | Mzm 49:14-20 | Mrk 9:41-50

Upah para buruh yang ditahan berteriak-teriak, dan teriakan itu sampai ke telinga Tuhan (Yak 5:1-6)

Hai kalian orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kalian. Kekayaanmu sudah membusuk dan pakaianmu sudah dimakan ngengat. Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kalian, dan akan makan dagingmu seperti api. Kalian telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar karena kalian telah menahan upah para buruh yang telah menuai hasil ladangmu. Dan keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kalian telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi. Kalian telah memuaskan hati sama seperti pada hari pembantaian. Kalian telah menghukum, bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kalian.

 
DEMONSTRASI buruh sudah sering terjadi karena menurut mereka ada perlakuan tidak adil dari para pelaku usaha terhadap mereka. Jikalau tidak ada unsur politik di dalamnya, gerakan ini sangat perlu didukung, karena mereka menyuarakan ketimpangan sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Ajaran sosial Gereja memberi perhatian pada ketidakadilan ini dan menyerukan, agar orang-orang yang berkuasa, baik di bidang poltiik maupun ekonomi, menaruh perhatian kepada ketidakadilan itu dan berusaha untuk mengatasinya.

SURAT YAKOBUS menyuarakan ketidakadilan itu ketika para tuan tanah dan pengusaha menahan upah buruh. Tindakan mereka ini melawan kerahiman Tuhan, sebab mereka, yang seharusnya menjadi instrumen Tuhan membagi cinta-Nya, justru menjadi penghalang perwujudan cinta itu. "Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya?", kata Yesus (Mrk 9:50). Yesus menegaskan, bahwa niat baik menjadi pembawa cinta Tuhan itu dapat meluntur, andaikata manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh kekayaan, kuasa, popularitas dan aneka tawaran dunia lainnya. Karena itu, para murid Kristus harus bisa menjaga jarak dengan nilai-nilai duniawi. Semuanya boleh dipakai, tetapi untuk tujuan yang lebih besar, yakni keselamatan jiwa.

KEADILAN SOSIAL tidak hanya dtekankan di dalam ajaran iman Kristiani tetapi praktis menjadi perjuangan semua pihak. Banyak negara atau organisasi memberi perhatian besar pada penegakan keadilan sosial, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, pemerataan kesempatan kerja dan kredit bank, dan sebagainya. Bagi masyarakat umum, inilah sisi kemanusiaan. Bagi kita, kemanusiaan itu disempurnakan oleh nilai keselamatan, karena ketika kita memperjuangan keadilan sosial, kita melayani Kristus yang hadir di dalam orang-orang tersebut. (ap)

Aku ingin menjadi garam dan terang bagi dunia, ya Tuhan, ajarilah aku untuk selalu menghargai dan melayani sesama yang membutuhkan. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 49:14-20; R: Mat 5:3)

Ref: Berbagagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
        sebab merekalah yang empunya Kerajaan Allah.

  1. Inilah jalan orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri, ajal orang-orang yang bangga akan perkataannya sendiri. Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati. Gembalanya ialah maut.
  2. Mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. Tetapi Allah membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku.
  3. Janganlah takut apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
  4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
 

Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan (Mrk 9:41-50)

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Barang siapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya? Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge