Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2018
  Masa Paskah Pekan 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    

Sabtu, 19 Mei 2018
 
  St. Petrus Selestinus, paus dan pengaku iman  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga praktisi Katolik di dunia digital tidak tergiur dan berani menangkal mentah-mentah tawaran-tawaran yang bermaksud merusak kehidupan bersama dengan berita bohong dan hasutan."
 
 
Kis 28:16-20.30-31 | Mzm 11:4-5.7 | Yoh 21:20-25

Paulus tinggal di Roma memberitakan Kerajaan Allah (Kis 28:16-20.30-31)

Setelah tiba di Roma, Paulus yang dalam tahanan diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya. Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi. Setelah mereka berkumpul, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau adat istiadat nenek moyang kita! Meskipun demikian aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahan pun padaku yang setimpal dengan hukuman mati. Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya, dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta supaya boleh bertemu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israel lah aku diikat dengan belenggu ini.”
Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang disewanya sendiri itu. Ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

 
MENIKMATI karya sastra novel, satu bagian yang menyenangkan ialah akhir dari novel tersebut. Saya ambil contoh Novel Monte Christo karya Alexandre Dumas. Di pantai pulau karang Monte Christo, Maximillian Morel dan kekasihnya, Valentine, memandang perahu kecil yang sudah jauh, membawa pergi Count of Monte Christo dan Heyde. "Mungkinkah kita bertemu mereka lagi", bisik Maximillian sambil menahan air mata. "Sayang", sahut Valentine, "bukankah Count mengatakan, bahwa kebjiaksanaan manusa itu tertuang dalam dua kata: berharap dan menanti?" Novel Dumas itu berhenti di situ, tetapi imajinasiku justru mulai mengembara, terus berkembang dan mempengaruhi diriku.

KUTIPAN dari Kitab Suci hari ini berbicara tentang akhir dari dua kitab Perjanjian Baru, yakni Kisah Para Rasul dan Injil Yohanes. Keduanya berbicara singkat tentang dua tokoh, yakni Paulus dan Yohanes. "Justru karena pengharapan Israel lah aku diikat dengan belenggu ini", kata Paulus menjelaskan kasusnya kepada pemuka bangsa Yahudi di Roma. Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah dan mengajar tentang Yesus Kristus dan Kerajaan Allah (Kis 28:20,30-31). Ribuan mil jauhnya ke Timur, di pantai Galilea, Yohanes memberi kesaksian tentang dirinya sebelum Yesus naik ke surga. "Dialah murid yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya, dan kita tahu bahwa kesaksiannya itu benar", tulis Yohanes (Yoh 21:24). Peranan kedua tokoh itu mencapai finis, tetapi refleksi atas hidup mereka terus berlanjut, karena dari sana umat Allah dapat terus menimba inspirasi baru untuk melanjutkan pewartan Injil.

PADA hari biasa terakhir Masa Paskah, menjelang Pentekosta, kita mengakhiri sebuah periode ziarah iman. Tetapi refleksi tentang sejarah keselamatan akan terus berlanjut, karena Gereja Kudus tetap bersaksi tentang kebenaran iman sampai akhir jaman. Kita turut berjalan bersama seluruh Gereja dan memberi sumbangan pelayanan melalui kata dan perbuatan. Tak ada kesaksian yang lebih indah daripada melakukan perbuatan baik dan melihat sukacita iman bertumbuh. Paulus dan Yohanes telah mengakhiri ziarahnya, kita mengambil alih dan meneruskan. (ap)

Beri kami hati yang terbuka kepada penyelenggaraan Roh-Mu, ya Tuhan, agar kami mampu meneruskan karya pewartaan Injil Kristus. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 11:4.5.7; R: lih. 7b)

Ref: Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan.

  1. Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
  2. Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.
 

Dialah murid yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar (Yoh 21:20-25)

Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku,” Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus. Dia inilah yang berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.” Maka tersebarlah khabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”
Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah menuliskannya; dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge