Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2018
  Masa Biasa Pekan 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    

Selasa, 22 Mei 2018
 
  St. Rita dari Cascia, biarawati  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga praktisi Katolik di dunia digital tidak tergiur dan berani menangkal mentah-mentah tawaran-tawaran yang bermaksud merusak kehidupan bersama dengan berita bohong dan hasutan."
 
 
Yak 4:1-10 | Mzm 55:7-11a.23 | Mrk 9:30-37

Kalian berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena kalian salah berdoa (Yak 4:1-10)

Saudara-saudara terkasih, dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kalian? Bukankah dari hawa nafsumu yang saling bergulat dalam dirimu? Kalian menginginkan sesuatu tetapi tidak memperolehnya, lalu kalian membunuh. Kalian iri hati tetapi kalian tidak sampai ke tujuan, lalu kalian bertengkar dan berkelahi. Kalian tidak memperoleh apa-apa karena kalian tidak berdoa. Atau kalian berdoa juga tetapi tidak menerima apa-apa, karena kalian salah berdoa, sebab yang kalian minta akan kalian gunakan untuk memuaskan hawa nafsu.
Hai kalian, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kalian tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kalian menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata, "Roh yang ditempatkah Allah dalam diri kita, diinginiNya dengan cemburu!" Tetapi kasih karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita lebih besar daripada itu. Sebab itu ia berkata, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Maka dari itu tunduklah kepada Allah! Lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu. Dekatilah Allah, maka Allah akan mendekati kalian. Tahirkanlah tanganmu, hai kalian orang-orang berdosa! Sucikanlah hatimu, hai kalian yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah! Hendaklah tertawamu kalian ganti dengan ratap, dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kalian.

 
SEBAGAI imam muda, ada banyak gambaran idealis yang memberi warna rencana hidupku. Banyak angan-angan yang indah tapi tidak realistis. Semakin lama semakin saya menyadari, kalau tidak semua yang dicita-citakan itu dapat dicapai. Banyak faktor pastoral lapangan yang mempengaruhi perubahan pandangan, pola pikir bahkan target-target masa depan yang ingin dicapai. Seiring bertambahnya usia, saya lebih sadar lagi, bahwa ternyata tidak banyak yang bisa saya lakukan. Saya hanya sedikit memberi sumbangan, sementara gereja dan masyarakat mempunyai cara sendiri membangun dirinya. Saya harus mengubah diriku.

PERDEBATAN para murid di sepanjang jalan tidak lolos dari mata Yesus, tetapi Ia membiarkan mereka bergulat dengan masalah mereka sendiri. Mungkin perdebatan itu muncul untuk menanggapi pengajaran Yesus. Bukankah mereka sendirian dan Ia sedang mengajar mereka? Tetapi ketika sudah sampai di Kapernaum, di saat suasana rumah lebih memberi rasa nyaman, ia bertanya dan memberi koreksi terhadap pendapat mereka. Menanggapi nafsu menjadi orang besar atau penting, Yesus mengingatkan nilai luhur pelayanan, kata-Nya, "Jika seorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan semuanya” (Mrk 9:35). Sebagaimana Dia telah diutus menjadi pelayan surga dan dunia, para murid juga akan menjalani tugas itu. Karakter melayani harus dibina sejak dini.

MENJADI pelayan itu bisa bermakna luhur tetapi bisa manipulatip jika diterapkan dalam kehidupan sosial. Banyak pejabat negara selalu menyebut diri sebagai pelayan masyarakat, tetapi dalam kenyataan tidak demikian. Sementara itu sejumlah selebriti malah diam-diam melakukan karya-karya sosial yang sungguh melayani kebutuhan masyarakat, tetapi mereka tak pernah menyebut diri sebagai pelayan masyarakat. Praktek duniawi ini hendaknya kita imbangi dengan semangat Kristiani yang melakukan pelayanan atas dasar kasih Tuhan. Orang yang mengalami pelayanan itu sesungguhnya sedang dikunjungi Tuhan. (ap)

Berikanlah perintah-Mu, ya Tuhan, dan kami akan mengikutinya, agar kami dengan sepenuh hati menjabarkan cinta-Mu kepada sesama kami. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 55:7-11a.23; R: 23a)

Ref: Serahkanlah bebanmu kepada Tuhan, maka Ia akan menopang engkau.

  1. Pikirku, "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat tenang. Aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun.
  2. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai. Bingkungkanlah mereka, ya Tuhan, kacaukanlah percakapan mereka.
  3. Sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di dalam kota! Siang malam mereka mengelilingi kota itu, berjalan di atas tembok-temboknya.
  4. Serahkanlah bebanmu kepada Tuhan, maka Ia akan menopang engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.
 

Barangsiapa ingin menjadi yang pertama, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya (Mrk 9:30-37)

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya melintasi Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang, sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia. Tetapi tiga hari setelah dibunuh, Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada Yesus. Kemudian Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Ketika sudah berada di rumah Yesus bertanya kepada para murid itu, “Apa yang kalian perbincangkan tadi di jalan?” Tetapi mereka diam saja, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil keduabelas murid itu. Kata-Nya kepada mereka, “Jika seorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan semuanya.” Yesus lalu memanggil seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka. Kemudian ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka, “Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, sebenarnya bukan Aku yang mereka terima, melainkan Dia yang mengutus Aku.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge