Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2018
  Masa Biasa Pekan 8
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    

Senin, 28 Mei 2018
 
  St. Bernardus dari Montjoux, imam  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga praktisi Katolik di dunia digital tidak tergiur dan berani menangkal mentah-mentah tawaran-tawaran yang bermaksud merusak kehidupan bersama dengan berita bohong dan hasutan."
 
 
1 Ptr 1:3-9 | Mzm 111:1-2.5-6.9.10c | Mrk 10:17-27

Sekalipun kalian tidak melihat Kristus, namun kalian mengasihiNya. Kalian percaya dan bergembira karena sukacita yang tak terkatakan (1 Ptr 1:3-9)

Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Berkat rahmat-Nya yang besar kita telah dilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kita lahir untuk hidup penuh harapan dan untuk memperoleh warisan yang tak dapat binasa, yang tak dapat cemar dan tak dapat layu yang tersimpan di surga bagi kalian. Kuasa Allah telah memelihara kalian karena iman sementara kalian menantikan keselamatan yang telah tersedia, yang akan dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kalian harus berdukacita sejenak oleh berbagai-bagai pencobaan. Semuanya itu dimaksudkan untuk membuktikan kemurnian iman kalian yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kalian memperoleh puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kalian belum pernah melihat Dia, namun kalian mengasihi-Nya. Kalian percaya kepada Dia, sekalipun kalian sekarang tidak melihat-Nya. Kalian bergembira karena sukacita yang mulia dan tidak terkatakan, karena kalian telah mencapai tujuan iman, yaitu keselamatan jiwa kalian.

 
PAUS EMERITUS, Benediktus XVI, pernah mengatakan, bahwa kemiskinan terbesar di dunia sekarang ini adalah ketidakmampuan untuk bersukacita, ketimpangan yang konyol dan kontrakdiktip. Ketidakmampuan bersukacita akan melahirkan ketidakmampuan mencintai, kecemburuan, keserakahan dan semua penyakit lain yang menghancurkan kehidupan dunia dan manusia. Di sini kita membutuhkan evangelisasi baru. Jika seni hidup tetap tidak diketahui, tak ada apapun yang terjadi. Seni hidup ini hanya bisa ditampilkan oleh yang mempunyai hidup itu sendiri, yakni Injil yang hidup. [LINK] Injil yang hidup itu adalah Yesus Kristus.

PEMUDA KAYA itu datang menemui Yesus dan menyatakan niat untuk mengikuti-Nya. Yesus tidak memberi persyaratan yang lain daripada yang sudah tertera di dalam Hukum Taurat: jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, jangan mengurangi hak orang lain dan hormatilah orang tuamu. Semua itu sudah dilakukan oleh orang muda tersebut. Tapi di sini lah letak persoalannya. Ia menjalankan semua itu sebatas kewajiban, tak ada sukacita. Maka orang muda yang kaya harta ini sesungguhnya miskin dalam iman karena tak ada kegembiraan. Ketika Yesus memberinya syarat lain, yakni menjual segala harga milik dan menyumbangkannya kepada orang miskin, yang terlihat dari orang muda ini adalah ketidakmampuannya mencintai orang miskin. Dengan kualitas pribadi seperti ini, ia memang tidak layak bagi Yesus, karena dia tak akan sanggup memikul salib pelayanan.

MEMBANDINGKAN situasi hidup kita dengan pemuda kaya dan apa yang ditekankan Paus Benediktus XVI, kita perlu bergerak serius untuk membaharui diri. Kita boleh miskin harta tapi tak boleh miskin sukacita. St. Petrus memberi nasehat, bahwa sukacita itu bertumbuh karena kita mempunyai tujuan hidup yang pasti, yakni keselamatan di akhir jaman. "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian", demikian kata sebuah pepatah Melayu. Jika karunia itu menjadi tujuan tertinggi hidup kita, mari menumbuhkan sukacita iman dalam Kristus, sehingga kita sanggup menerima salib dan kebangkitan sebagai jalan menuju kesempurnaan. (ap)

Ingatkanlah kami akan mahkota kemuliaan abadi, ya Tuhan, di saat kami jatuh dan tidak bersemangat untuk melanjutkan ziarah iman kami. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-2.5-6.9.10c; R: 5b)

Ref: Selamanya-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukai-nya.
  2. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya Ia tunjukkan kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka para bangsa.
  3. Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya. Kudus dan dahsyatlah nama-Nya. Ia akan disanjung sepanjang masa.
 

Juallah apa yang kaumiliki dan ikutilah Aku (Mrk 10:17-27)

Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus berkata kepadanya, “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” Kata orang itu kepada Yesus, “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, “Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutilah Aku.” Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya.
Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi, “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Para murid semakin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin!”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge