Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang ku berikan kepada kamu (Kis 17:15.22-8:1)
Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus.
Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: ‘Kepada Allah yang tidak dikenal.’ Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya. Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka serta batas-batas kediaman mereka. Maksudnya supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah serta menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu: ‘Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.’ Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberikan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua orang harus bertobat. Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati.”
Ketika mereka mendengar tenang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.”
Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka, Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
| |
PERJALANAN misi Paulus mendapat tantangan di mana-mana, baik dari kalangan Yahudi maupun bukan. Sebelum sampai di Atena, Paulus dipenjarakan di Filipi, dilawan di Tesalonika dan Berea oleh orang-orang Yahudi karena sentimen keagamaan. Tapi sekarang, ketika berada di Atena, ia harus berhadapan dengan perlawanan intelektualisme, ketika para filsuf dari aliran Stoa dan Epikuros menghambatnya, karena pengajarannya asing di telinga mereka. Kotbah di Areopagus
praktis gagal, hanya
"menangkap" Dionisius dan Damaris yang terbuka pada ajaran baru itu.
MENURUT ukuran biasa, Paulus gagal dalam pewartaannya itu, tetapi dalam ukuran penyelenggaraan Tuhan, satu jiwa itu dapat berkembang menjadi besar, kalau ia sungguh ranting anggur yang melekat pada pokok anggur yang benar (bdk. Yoh 15:5). Dionisius ini termasuk anggota majelis Areopagus, seorang hakim dalam majelis. Menurut tradisi, Dionisius ini di kemudian hari menjadi uskup Atena dan mengembangkan iman Kristiani. Melalui Paulus, Roh Kebenaran berbicara kepada bangsa-bangsa lain, sehingga mereka pun diterima ke dalam bilangan anak-anak Allah. Kita melihat Roh meneruskan karya Kristus, sehingga Putera Allah dimuliakan di dalam Bapa dan diterima umat manusia.
KEBERHASILAN Paulus membawa pesan iman ke dalam budaya-budaya lain di luar Yahudi telah membuka pintu penginjilan dalam skala raksasa kepada bangsa-bangsa, berpengaruh ke banyak belahan dunia hingga hari ini. Paulus menjadikan diri sepenuhnya alat bagi Roh Kebenaran, dan kemuliaan Allah pun merajai hati banyak orang. Jika kita berkomitmen terhadap panggilan apostolik itu, kita pun harus menjadikan diri instrumen Roh Kebenaran. Kita mengikuti tuntunan Roh, yang hanya kita bisa temukan jikalau kita selalu menyerahkan diri kepada penyelenggaraan-Nya. (ap)
Ketika Roh Kebenaran menaungi kami, ya Bapa, gerakkanlah hati kami agar melupakan diri dan sepenuhnya mengikuti kehendak-Mu. Amin.
© 2018 twm |


 |
Mazmur Tanggapan (Mzm
148:1-2.11-12b.12-14a.14bcd; R: ... )
Ref:
Surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
- Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, Pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
- Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orangtua dan orang muda!
- Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
- Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.
|
|
Roh kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:12-15)
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran; Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.”
|