Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Jumat, 31 Maret 2017
   
 

BANGUNLAH HAI KAMU YANG TIDUR, BANGKITLAH DARI ANTARA ORANG MATI, KRISTUS SEDANG MENERANGIMU

 
 
 
Keb 2:1a.12-22 | Mzm 34:17-21.23 | Yoh 7:1-2.10.25-30

Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya (Keb 2:1a.12-22)

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angan mereka tidak tepat, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita; melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari yang lainlah langkah lakunya. Kita dianggapnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa yang terjadi waktu ia pulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Allah akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.” Demikian mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargai kemuliaan bagi jiwa yang murni.

 

MENCOBAI TUHAN, mugkinkah itu terjadi? Seorang manusia biasa mungkin tidak pernah berpikir sejauh itu. Namun tanpa sadar banyak orang bertutur kata dan bertingkah laku yang jelas mencobai Tuhan. Ada orang yang ketika ditegur karena bersikap tidak baik, dengan ringan ia berkata, "Tuhan itu Mahapengampun, sehingga saya tidak takut." Bagi saya, ini sikap menguji kesabaran Tuhan. Tuhan jauh lebih sabar dan penuh belas kasih, tetapi sikap mencobai Tuhan tak patut diungkapkan.

ORANG FARISI berusaha menangkap dan mengadili Yesus, kalau perlu menghabisi-Nya. Bagi mereka, Yesus menjadi pengganggu kenyamanan mereka. Kesabaran mereka sudah di batas toleransi. Namun dengan berpikir dan berniat demikian, mereka mengambil posisi dan hak Tuhan. Yang mengetahui hal-hal baik dan benar itu hanya Tuhan sendiri. Mengambil peran Tuhan berarti mengabaikan kekuasaan-Nya. Bukankah itu berarti menguji kesabaran Tuhan? Ingat firman yang tertera di dalam Kitab Kebijaksanaan, bahwa sikap demikian adalah sikap orang yang tak percaya pada Tuhan. Itu bukan sikap yang layak bagi umat Tuhan.

MATA RANTAI iman terbentuk melalui proses pembelajaran diri sendiri dan sesama umat beriman. Kita diajak untuk bersikap solider di antara kita, menghindari niat jahat mencelakakan orang lain. Dengan sikap itu, kita membuat firman Tuhan menjadi nyata di dalam hidup. Dengan itu, mata rantai iman itu meluas menjadi mata rantai pelayanan kasih, yang juga menyentuh hidup orang-orang tak beriman. Bukankah itu penginjilan tak langsung? Yesus sudah berkarya, kita wajib meneruskannya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak mempersoalkan salib, tetapi memanggulnya dengan penuh sukacita bersama Engkau. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:17-23; R: 19a)

Ref: Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.
  1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat, untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
  2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
  3. Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
 

Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba (Yoh 7:1-2.10.25-30)

Yesus berjalan keliling Galilea; Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke sana, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa, dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, padahal bila Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu darimana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu darimana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, Dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge