Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Senin, 13 Maret 2017
   
 

BIARLAH KAMI MENDIRIKAN TIGA KEMAH,
SATU UNTUK ENGKAU, SATU UNTUK MUSA
DAN SATU UNTUK ELIA

 
 
 
Dan 9:4b-10 | Mzm 79:8-9.11.13 | Luk 6:36-38

Kami telah berbuat dosa dan salah (Dan 9:4b-10)

Ah, Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu, kami telah berbuat dosa dan salah. Kami telah berlaku fasik dan telah memberontak; kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu. Kami pun tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu; kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya, Tuhan Engkaulah yang benar! Patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem, dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri ke mana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad kepada Engkau. Ya Tuhan, kami, raja-raja, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasih dan pengampunan, walaupun telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

 

MOHON AMPUN kami orang berdosa! Kalimat ini bagian dari lagu tobat yang mewarnai masa Prapaskah. Ada orang yang bertobat dalam doa dan meditasi yang dalam, merenungkan belas kasihan Tuhan yang datang kepadanya. Ada orang yang mengungkapkan tobatnya lewat uraian air mata. Yang lain bertobat dengan cara membaharui diri. Ia memohon maaf kepada pihak yang dilukai, memohon ampun kepada Tuhan dan memperbaiki kesalahannya dengan cara-cara yang tepat. Bagi saya, tobat cara ini lebih bermakna, tidak hanya di antara dirinya dengan Tuhan tetapi juga dengan sesama manusia.

MOHON AMPUN bergerak dalam dua dimensi yang berbeda. Nabi Daniel mengajarkan kepada kita dimensi vertikal, antara manusia dengan Tuhan. Di sini yang aktip memohon ampun adalah kita manusia, sementara yang dapat diharapkan dari Tuhan ialah belas kasih dan pengampunan. Kesalahan masa lalu dan sekarang jadi sebab kemalangan yang menimpa orang Israel. Kewajiban orang Israel adalah kembali hidup menurut Hukum Tuhan, mentaati semua perintah-Nya. Yesus mengajarkan kita, bahwa di samping dimensi vertikal itu, sangatlah penting memperhatikan dimensi horisontal, yakni saling mengampuni di antara sesama manusia. Aspek ini mempunyai karakter Ilahi, sebab mengampuni sesama merupakan wujud pengampunan Tuhan kepada manusia. Kedua dimensi ini saling melengkapi satu sama lain.

MOHON AMPUN ternyata memiliki banyak buah positip yang bermanfaat bagi hidup umat Kristiani. Aksi ini menggambarkan kerendahan hati mengakui kelemahan diri, biasanya dihargai oleh orang yang berniat baik. Selain itu, pengampunan menjadi bagian dari penyembuhan luka-luka batin diri dan sesama, sehingga kata maaf tidak hanya ungkapan tetapi sungguh peresapan kebajikan Tuhan ke dalam hati. Luka batin yang disembuhkan mendorong ungkapan syukur, yang pada gilirannya menumbuhkan sukacita, sehingga keharmonisan sosial sungguh terwujud. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami kerendahan hati, agar lebih rela mengampuni daripada diampuni, demi sukacita bersama. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 79:8-9.11.13; R: 103:10a)

Ref: Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita.
  1. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
  2. Demi kemuliaan-Mu, tolonglah kami, ya Tuhan penyelamat! Lepaskanlah kami dan ampunilahh dosa kami, oleh karena nama-Mu!
  3. Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh.
  4. Maka kami, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian bagi-Mu turun-temurun.
 

Ampunilah dan kamu akan diampuni (Luk 6:36-38)

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapa-MU adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum. Ampunilah, dan kamu akan diampuni. Berilah, dan kamu akan diberi. Suatu takaran yang baik dan dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge